
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Riau mencatat ada 13 kasus kejahatan terjadi dalam empat hari digelar operasi Ketupat Siak 2015. Empat kasus pembongkaran rumah, lima kasus perampokan dan empat kasus pencurian sepeda motor.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Rabu (15/7/2015) siang menyebutkan, empat kasus pembongkaran rumah terjadi di Bengkalis dua kasus, Inhil satu kasus dan Rohil satu kasus. "Mayoritas rumah kosong yang ditinggal mudik. Pelaku membongkar gembok dan kunci rumah," sebutnya.
Untuk perampokan, sambungnya, ada lima kasus, diantaranya Kampar dua kasus (berhasil diungkap,red), Dumai satu kasus, Inhil satu kasus dan Inhu satu kasus. "Modusnya mengancam dengan senjata tajam, baik di rumah atau juga di jalan, lalu membawa kabur harta benda korbannya," kata Guntur.
Terakhir untuk kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) sebanyak empat kasus, diantaranya satu kasus di Polresta Pekanbaru, satu kasus di Dumai, satu kasus di Kampar serta satu kasus di Kepulauan Meranti. "Modusnya dengan kunci T dan membobobol kunci kontak sepeda motor," tukas Kabid Humas kepada GoRiau.com.
Selama operasi Ketupat, kepolisian juga menindak sejumlah pengendara yang melakukan pelanggaran berat yang didominasi kendaraan roda dua. Tercatat ada 317 tilang (tindakan langsung,red) serta 249 teguran. "Ini dilakukan karena sudah melakukan pelanggaran berat sehingga membahayakan pengguna jalan lainnya," tegasnya.
Selama empat hari ini juga tercatat ada 15 kasus kecelakaan, yakni Pekanbaru tiga kasus, Rohul dua kasus, Kampar lima kasus, Pelalawan satu kasus, Siak tiga kasus dan terakhir Dumai satu kasus. "Ada tiga orang meninggal dunia, 10 orang luka berat dengan kerugian materi sekitar Rp27 juta," ujarnya.
Kepolisian menghimbau agar pemudik memperhatikan kondisi kendaraan, fisik dan keamanan pengendara. "Jika lelah beristirahat di pos yang disediakan atau lokasi yang aman. Hindari berboncengan melebihi kapasitas, dan tetap waspada terhadap kondisi jalan serta rambu-rambu," singkatnya. (had)