PEKANBARU, GORIAU.COM - Bencana kabut asap yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini memang di luar prediksi. Biasanya kondisi ini terjadi ketika memasuki musim kemarau di pertengahan tahun.

Untuk itu, Gubernur Riau, H Annas Maamun, Rabu (26/2/2014), mengatakan karhutla kemungkinan terjadi lebih parah lagi sekitar Juni 2014 ini. Sehingga antisipasi perlu dilakukan mulai dari sekarang.

Sejumlah upaya telah dilakukan baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Meski hasilnya Pemprov Riau menyatakan karhutla dan kabut asap sudah memasuki status Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Juni akan lebih parah lagi kalau tidak ditanggulangi dari sekarang, karena masuk musim kemarau," kata Annas Maamun.

Pemprov Riau akan mengirimkan surat ke Pemerintah Pusat terkait status KLB ini. Termasuk di dalamnya untuk meminta bantuan baik berupa anggaran maupun peralatan seperti helikopter atau pesawat.

Sementara sejauh ini, Pemprov Riau telah mengirimkan tiga satuan yakni dari Danrem, Polda dan Satpol PP Riau yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla ke lapangan.

Selain itu, provinsi dan kabupaten/kota akan berkoordinasi untuk menempatkan lima petugas yang siap siaga di setiap desa untuk mengantisipasi cepat timbulnya karhutla. Kemudian petugas tersebut berfungsi untuk memberikan laporan kondisi terbaru lokasi.***