SELATPANJANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti Darwin Susandy SHum mengapresiasi tertibnya pelaksanaan perang air tanpa menyisakan sampah seperti tahun sebelum ini. Ketertiban ini pula yang diinginkan oleh semua pihak.

Apresiasi itu disampaikan wakil rakyat ini saat berbincang-bincang dengan GoRiau, Sabtu (28/1/2017). Kata Politisi PAN ini, setelah melihat hari pertama pelaksanaan perang air, berlangsung sangat tertib.

"Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat sangat tinggi. Mereka mendengarkan imbauan dari instansi terkait seperti pemerintah dan dewan. Kita apresiasi karena mereka bisa kerjasama dengan baik," kata Darwin Susandy.

Ditambahkan Darwin lagi, pelaksanaan perang air beginilah yang diinginkan oleh semua pihak. Tidak menyebabkan warga yang ikut merasa sakit, dan tidak menyisakan sampah. "Begitulah yang kita kehendaki. Kota kita tetap bersih, warga yang melintasi jalan kota pun senang. Apalagi saat ini tamu kita banyak," kata Darwin.

Mulai tahun 2017, berdasarkan keputusan bersama, perang air tak lagi dibenarkan menggunakan kantong yang diisi air, ataupun air mineral gelas. Pasalnya, selain memberikan rasa sakit saat dilempar kepeserta perang air, juga menyisakan serakan sampah di jalanan.

Namun, pantauan di lapangan, Sabtu (28/1/2017) saat pelaksanaan hari pertama perang air, tidak banyak menyisakan sampah. Polisi yang bersiaga di jalan juga melarang penggunaan air yang dimasukkan ke plastik untuk dilempar ke warga. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini