PETAPAHAN, GORIAU.COM - Warga tiga kecamatan di wilayah Tapung Raya menyatakan mendukung program keseimbangan dan pemerataan pembangunan yang menjadi visi misi Bakal Calon Gubernur Riau H. Jon Erizal, SE, MBA. Dukungan itu disampaikan sejumlah tokoh masyarakat Tapung dan beberapa kepala desa dalam silaturrahim dengan Jon Erizal di rumah anggota DPRD Kampar, Ir. H. Sahidin, di Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Minggu (31/3).

Tokoh masyarakat H. Adlis dan Zulfahmi menyatakan warga Tapung Raya yang meliputi Kecamatan Tapung, Kecamatan Tapung Hulu dan dan Kecamatan Tapung Hilir, memang sempat menginginkan pemekaran dari Kabupaten Kampar. Pasalnya, meskipun Tapung Raya kaya dengan sumber daya alam seperti minyak dan gas bumi, pasir kuarsa dan lain-lain, namun hasilnya sangat sedikit kembali ke Tapung Raya. ‘’Inilah yang memicu keinginan untuk mekar, ’’ kata Zulfahmi.

Mereka mengatakan tidak akan menuntut pemekaran jika kue pembangunan dibagi merata dan proporsional. Selama ini yang mereka dapatkan tidak setimpal dengan hasil yang dibawa keluar dari Tapung. ‘’Memang banyak positifnya, tapi yang kami rasakan banyak negatifnya,’’ ujar Zulfahmi. Karena itu mereka mendukung program keseimbangan dan pemerataan pembangunan yang diusung Jon Erizal.

Menurut Jon Erizal, bentuk kerjasama daerah dengan investor harus diperbaiki. Caranya adalah aset yang dimiliki masyarakat berupa tanah (lahan), sumberdaya alam dan tenaga kerja dijadikan saham di perusahaan milik daerah (BUMD). Sedangkan investor memiliki modal, skill dan teknologi . Disnilah terjadi negosiasi antara masyarakat melalui BUMD dengan investor. ‘’Dengan daya tawar yang tinggi itu, masyarakat setempat pasti lebih diuntungkan,’’ ujarnya.

Karena itu, Jon Erizal melarang masyarakat menjual tanah atau lahan ke investor dengan harga murah. Jika langsung dijual maka yang dapat oleh masyarakat hanya harga jual itu. Sedangkan sumberdaya alam menjadi milik investor. Masyarakat juga tidak memperoleh apa-apa setelah transaksi dilakukan. ‘’Jika saya menjadi gubernur, pola ini akan saya ubah sehingga masyarakat tidak dirugikan,’’ ujarnya.

Selain masalah tadi, warga Tapung juga mohon perhatian Jon Erizal terhadap pendidikan agama, pembangunan infrastuktur desa dan insentif kepala desa. Pembangunan jalan dari Tapung tembus ke Gelombang, Duri, sangat mendesak dilakukan. ‘’Kami dulu juga dapat insentif dari Gubernur Riau, tapi sekarang insentif kepala desa sudah tidak ada lagi,’’ kata Efrizal, Kades Kota Bangun, Kecamatan Tapung Hilir. (rls)