SELATPANJANG – Demi maksimalnya petugas kebersihan dalam mengangkut sampah warga untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS). Warga Kota Selatpanjang, ibukota kabupaten Kepulauan Meranti, Riau diminta mulai teratur dan mematuhi jadwal membuang sampah setiap hari yang telah ditetapkan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPRKP2LH) Kepulauan Meranti, Ratna Juwita Sari meminta agar warga membuang atau menaruh sampah di depan rumah dan di tong sampah yang telah disediakan di pinggir jalan menyesuaikan dengan jam operasional petugas yang akan mengambil sampah dengan truk.

Adapun jalan yang dilewati petugas untuk mengambil sampah adalah Jalan Dorak, Banglas, Diponegoro, Imam Bonjol, Rintis, Teuku Umar, Kesehatan, Jalan Siak, Kartini, Ahmad Yani, Tebingtinggi, Merdeka dan Jalan Alah Air. Sedangkan waktu pengambilan sampah di jalan tersebut yakni pada pukul 08:00 pagi dan 22:00 malam.

Untuk memaksimalkan pengangkutan sampah, mantan Camat Tebingtinggi itu juga menambah waktu operasional, pengangkutan sampah oleh petugas menjadi 4 kali dalam sehari. Ia tidakmenginginkan sampah dibiarkan menumpuk berlama-lama.

"Kami melakukan upaya pencegahan penumpukan sampah di jalan denganmembentuk Tim Reaksi Cepat dan melakukan patroli pada jam-jam tertentu, kami juga melakukan penambahan jadwal untuk memaksimalkan pengangkutan sampah yang dimulai dari pukul 5:30 hingga 1:00 dinihari. Hal ini dibuat agar kami punya standar dan anggota kebersihan punya ketetapan dan SOP dalam bekerja. Untuk itu kami meminta warga Kota Selatpanjang dan sekitarnya agar merubah dan mematuhi jam buang sesuai dengan jadwal operasional petugas yang sudah ditentukan, yakni pukul 08:00 pagi dan 22:00 malam," kata Juwita Ratna, Minggu (15/5/2022).

Menurut Ratna, tidak menentunya jadwal buang sampah warga berdampak seringnya armada pengangkut sampah tidak maksimal melayani penjemputan sampah menuju TPS, selain itu sampah yang sudah dibuang kembali menumpuk.

"Karena pola jam buang sampah yang tidak teratur, pengangkutan sampah oleh armada kebersihan juga tidak maksimal," kata Ratna lagi.

Selain jam pengangkutan, Ratna juga berharap warga bisa memilah sampahnya.

"Sebelum dibuang tolong dipisahkan sampah organik dan non organik untuk memudahkan pengelolaan dan membuangnya. Dan yang terpenting sampahnya jangan dihambur, dimasukkan plastik dan diikat. Membuang sampah yang teratur membantu kerja-kerja petugas kami," pungkasnya.***