PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Warga Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan berharap pemerintah bisa memutus keterisoliran daerah ini dengan membuka akses jalan menuju Lintas Bono. Pasalnya, tak adanya jalur darat menyebabkan harga sawit hanya Rp 600 perkilogram, harga karet murah dan anak-anak sulit mendapat pendidikan dan kesehatan dengan baik.

Kondisi memprihatinkan ini diungkapkan warga saat menerima reses anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS, Indra Isnaini, Jumat (2/5/2014).

''Masarakat sangat mendambakan terbukanya jalan dari Desa Pangkalan Terap menuju Jalan Lintas Bono. Tidak adanya jalan darat ini membuat desa Pangkalan terap terisolasi, satu satunya jalan penghubung desa ini adalah lintas Sungai Kampar,'' ujar Indra Isnaini kepada GoRiau.com, Sabtu (3/5/2014).

Selain itu masyarakat kesulitan belanja kebutuhan sehari-hari, antar jemput anak sekolah karena SMP dan SMA tidak ada di desa mereka. Bahkan kesulitan juga terjadi saat gawat darurat kesehatan karena di Desa Pangkalan Terap hanya tersedia Puskesdes yang dilayani oleh seorang perawat.

''Tidak adanya infrastruktur jalan ini juga membuat masyarakat tidak bisa memasarkan hasil pertanian mereka dengan cepat dan berbiaya murah, karena sawit dan karet mereka harus di angkat terlebih dahulu dengan kapal ke desa tetangga, baru dibawa pakai truk ke pabrik, susahnya transportasi ini membuat sawit masyarakat dihargai Rp 600,/kg di desa.

Selain itu, tambahnya, besarnya potensi perikanan Sungai Kampar Desa Pangkalan Terap membuat masyarakat berharap adanya bantuan keramba ikan dari pemerintah, sehingga dangan keramba ikan masyarakat bisa membudidayakan ikan khas sungai kampar, hal ini akan sangat mengangkat perekonomian masyarakat Pangkalan Terap. ***