PEKANBARU, GORIAU.COM - Warga Tampan menilai pegawai yang berada di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kependudukan dan Pencacatan Sipil di Kecamatan Tampan asal-asalan dalam melayani masyarakat. Buktinya, masih saja terdapat kesalahan-kesalahan identitas di Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Seperti yang dituturkan Ayu kepada GoRiau.com, ia sudah menetap di Kota Pekanbaru sejak dua tahun terakhir. Namun, KTP baru ia terima beberapa bulan yang lalu.
"Saya berikan data-data mengenai identitas dengan benar. Tapi, setelah dicetak dan KTP-nya saya terima, masih saja terjadi kesalahan penulisan nama dan tempat lahir," tutur Ayu.
Padahal, kata Ayu, untuk mengurus seluruh identitas, mulai dari KTP hingga KK ia harus merogoh kocek sebesar Rp450 ribu. "Udahlah bayarnya mahal, lama lagi kelarnya," ucapnya.
Bukan hanya ketidakseriusan yang dikeluhkan warga, mereka juga merasa kesusahan dalam mengurus identitas di Kota Pekanbaru. Hal itu dirasakan oleh Agus, warga yang hampir tiga tahun menetap di Tampan.
"Mengurus akte kelahiran anak sangat susah, urusannya berbelit-belit," keluh Agus.
Ayu dan Agus serta warga Tampan lainnya berharap pegawai Kantor Camat dan UPTD serius dalam melayani masyarakat. "Kalau seperti ini, tidak maksimal dan apa yang menjadi cita-cita Kota Pekanbaru tidak akan tercapai," tutup mereka.(san)