PEKANBARU – Anggota Komisi IV DPRD Riau, Mardianto Manan, mengungkapkan saat ini warga di Kuantan Singingi masih 'dihantui' oleh abrasi sungai yang kerap terjadi hampir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Hal tersebut dia sampaikan usai melakukan reses di beberapa titik di Dapilnya, Inhu-Kuansing, dan abrasi ini diperparah karena adanya pendangkalan sungai akibat dompeng yang belum mampu dituntaskan aparat, bahkan terkesan kucing-kucingan.

Dijelaskan Politisi PAN ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena persoalan aliran sungai Indragiri merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Badan Wilayah Sungai (BWS).

"Jadi, untuk penganggaran dan lainnya itu domainnya APBN, harus melalui kementerian," kata Mardianto, Selasa (29/3/2022).

Pun begitu, Mardianto memastikan pihaknya akan memperjuangkan pembangunan turap sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap ancaman abrasi sungai yang mulai mengikis tanah-tanah masyarakat.

"Bisa saja nanti kita diskusikan dengan Ketua Komisi IV supaya dibuat rapat bersama untuk mencarikan solusinya, kita mungkin akan undang dinas terkait di kabupaten, di Provinsi, dan pihak BWS, bagaimana caranya supaya pembangunan turap bisa dilakukan," ujar Mardianto.

Mardianto menambahkan, pihak Pemkab dan DPRD Kuansing sebenarnya sudah sering menyampaikan persoalan ini kepada dia, bahkan pernah semua komisi di DPRD Kuansing datang ke DPRD Riau.

"Waktu itu, saya yang menyambut langsung mewakili pimpinan di DPRD Riau. Jadi, tinggal kita menyatukan kekuatan, dan meminta kepada pusat bagaimana persoalan ini bisa diselesaikan," tuturnya. ***