PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Warga Dusun Kampung Padang Desa Rambah Tengah Utara (RTU) Kecamatan Rambah, mengeluhkan dengan sering matinya listrik dalam sepekan belakangan ini, terutama pada pagi dan siang hari.
Seperti diakui Roby, salah seorang warga Kampung Padang, Rabu (12/11/2014). Ia mengatakan, akibat sering padamnya listrik PLN sejak sepekan ini, menyebabkan warga terganggu.
''Anehnya lagi, listrik di rumah dengan tetangga satu aliran, namun saat listrik di rumahnya mati, di tempat tetangga tidak mati. Dan padamnya juga dilakukan tidak serentak di satu dusun,'' terang Robi.
Komplain padamnya listrik di kawasan Kampung Padang, juga datang dari warga lainnya, Roni. Dirinya yang membuka usaha kedai, juga merasa terganggu. Apalagi, warga yang akan membeli kelapa, tidak terlayani karena listrik mati.
''Jelasnya ini sangat merugikan kami. Karena listrik mati bisa sampai 4 jam. Apalagi banyak aktfitas di rumah, seperti istri saya mau memasak, sterika juga mencuci pakaian, tidak bisa dan terganggu. Kami berharap, kalau terjadi pemadaman jangan sampai lama, cukup lima belas menit hidupkan kembali listrik karena kami cukup dirugikan,'' ucap Roni.
Kemuadian, Ibu Lia, yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT), juga yang sangat mengeluh atas matinya listrik. Karena, bila dua atau tiga jam saja mati lsitrik, maka alamat pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian dan mengisi air akan terkendala.
''Terkadang kita mencuci pilih malam hari, namun kadang listrik mati juga. Bagaimana ini PLN bisa menimalisir agar padamnya listrik tidak terjadi lagi, karena bila telat bayar tiga bulan saja maka meteran listrik diputus petugas PLN. Namun bila ada pemadaman, tidak ada pemotongan pembayaran tagihan, inikan namanya mau enak PLN saja,'' terang Lia. (ram)