RENGAT, GORIAU.COM - Masyarakat di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai resah akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar. Pasalnya di beberapa SPBU yang ada, sejak dua hari terakhir BBM selalu kosong. Walau demikian, pada kios-kios pengecer BBM selalu ada.

Salah satu warga Pematang Reba, Rudianto, mengaku kesulitan mencari BBM sejak dua hari terakhir. Ia menduga, putusnya BBM di SPBU Pematang Reba akibat banyaknya masyarakat yang mengisi BBM dengan mengggunakan jerigen. Sementara, tidak ada tindakan tegas dari pihak terkait terhadap SPBU nakal tersebut.

Hal itu dibuktikan dari banyaknya BBM yang dijual para pengecer pinggir jalan. Harganya pun cukup tinggi yakni Rp8.000- Rp9.000 / liter. "Di SPBU BBM putus, namun di kios eceran selalu ada. Ada permainan apa ini, kok tak ada tindakan tegas dari kepolisian," sebutnya kepada GoRiau.com, Kamis (6/11/14).

Selain itu, kelangkaan BBM juga diakibatkan banyaknya mobil angkutan perusahaan yang juga mengisi BBM bersubsidi di SPBU dengan kapasitas besar, sehingga stok BBM untuk masyarakat cepat habis.

Dengan demikian, diharapkan pihak terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian Inhu serta kepolisian untuk dapat mengawasi pendistribusian BBM di Inhu. Sehingga peruntukan BBM subsidi untuk masyarakat bisa terarah dengan semestinya serta tepat sasaran.

Pantauan dilapangan, kekosongan BBM bukan hanya di SPBU Pematang Reba, melainkan juga terjadi di SPBU Rengat dan Belilas. Sementara ditempat-tempat pedagang eceran diseputar SPBU, stok BBM selalu ada.(jef)