BENGKALIS, GORIAU.COM - Masyarakat diimbau tak perlu takut meminum filariasis atau obat kaki gajah. Efek samping seperti mual, pusing dan demam merupakan pertanda sistim kekebalan bekerja . Paling lama dua hari efek samping yang ditimbulkan akan hilang dengan sendirinya atau setelah semua cacing yang ada dalam tubuh mati.

Imbauan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, Moh Sukri didampingi Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) Irawadi dan Kasie P2P Ediyanto, Selasa (5/3/2013), menyusul masih banyak masyarakat yang belum mau atau takut mengonsumsi obat pencegah filariasis pasca program ini dicanangkan pertengahan Februari lalu.

Kadis Kesehatan sangat menyayangkan jika ada masyarakat yang enggan mengonsumsi obat pencegah filariasis ini mengingat tingkat risiko penularan dan penyebaran penyakit kaki gajah kepada masyarakat sangat besar. Terlebih Kabupaten Bengkalis salah satu daerah endemis kaki gajah.

"Kita mengiimbau masyarakat untuk tidak takut mengonsumsi obat pencegah filariasis. Jangan takut, obat ini hanyalah obat cacing. Masyarakat bisa minta ke Puskesmas terdekat. Terpenting jaga perilaku hidup bersih dan sehat karena filariasis ditularkan lewat gigitan nyamuk,” ujarnya.

Obat pencegah filariasis ditambahkan Ediyanto, hanyalah obat cacing yang tak hanya membunuh cacing yang ada di usus, tapi juga membunuh cacing filariasis yang berada di saluran kelenjar limpe atau di semua persendian.Cacing filariasis ini jika dibiarkan dalam tubuh akan menyebabkan anggota tubuh jadi membesar dan membengkak seperti tangan, kaki, alat vital laki-laki dan payudara perempuan. Lazimnya penyakit ini disebut kaki gajah.

"Seseorang akan merasakan efek samping setelah minum obat pencegah filariasis seperti demam, mual dan pusing, menandakan dalam tubuhnya ada cacing filariasis. Gejala yang timbul tersebut dikarenakan sistem kekebalan bekerja membunuh cacing yang ada. Jika dalam tubuh tak ada cacing filariasis, tak ada efek samping yang timbul setelah minum obat filariasis itu,” jelas Ediyanto.

Ditambahkan Irawadi, obat pencegah filariasis memang tak dianjurkan dikomsumsi penderita gangguan fungsi ginjal dan hati, penderita epilepasi, penderita penyakit berat, ibu hamil, kurang gizi, berusia di atas 65 tahun dan anak di bawah 2 tahun. Namun kepada mereka dianjurkan untuk menghindari gigitan nyamuk karena filariasis ditularkan lewat gigitan nyamuk.

Tanda-tanda ada cacing filariasis dalam tubuh, seseorang mengalami demam dua kali dalam sebulan, namun sembuh dengan sendirinya tanpa meminum obat. Kemudian ada benjolan di persendian. "Kalau ini ditemui dan dialami, sebaiknya waspada karena ini biasanya gejala penyakit kaki gajah," ucapnya. (jfk)