PEKANBARU, GORIAU.COM - Mengusung tema Dibawah Langit tak Ada yang Sempurna, Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XIV Minggu (7/10/2012) malam, secara resmi dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Boediono di Stadiun Kaharuddin Nasution Rumbai.


Hadir pada acara pembukaan yang berlangsung meriah tersebut antara lain Isteri Wapres Herawati, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat Tono Suratman, Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Unsur Porkominda Riau, Bupati/Walikota se Riau dan lainnya.


Wapres Boediono dalam sambutannya menyebutkan, untuk kedua kalinya Provinsi Riau melaksanakan ivent olahraga nasional, yakni PON XVIII yang telah berlangsung dengan sukses, kali ini Peparnas.


Peparnas diharapkan akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan diantara sesama peserta, dan juga sebagai ajang peningkatan tali silaturrahmi diantara sesama peserta.


''Orang-orang yang berhasil melewati dan tantangan hidup. Bagi mereka tiada kata menyerah tanpa perjuangan, kekurangan dan hambatan yang dihadapi, tidak mengurangi semangat mereka,'' katanya.


Gunakanlah Peparnas untuk meraih prestasi dan memecahkan rekor baru untuk membanggakan daerah masing-masing. Junjung tinggi sportifitas meraih yang terbaik.


''Kepada Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru, saya sampaikan apresiasi dan terima kasih telah melaksanakan kegiatan ini. Kepada masyarakat Riau khususnya Kota Pekanbaru juga saya harapkan agar bisa mensukseskan Peparnas ini,'' himbaunya.


Sementara Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP mengatakan, Penunjukan Provinsi Riau sebagai tuan rumah Peparnas XIV merupakan kebanggaan bagi Riau. "PON dan Peparnas telah mampu membawa perubahan terutama infrastruktur di Provinsi Riau," katanya.


Pelaksanaan Peparnas kali ini diharapkan tidak hanya dijadikan sebagai ajang meraih prestasi, tapi lebih dari itu menjaga persatuan dan kesatuan diantara sesama masyarakat Indonesia lebih penting artinya.


''Semoga semangat, spirit paralampian, mampu memberikan hasil terbaik, sehingga mampu memecahkan berbagai rekor, akhirnya selamat bertanding dan jadilah sang juara,'' pungkasnya.


Pada Peparnas kali ini Provinsi Papua Barat dan Lampung tidak ikut serta. Acara diakhiri dengan penampilan Charly "Setia Band", Ike Nurjanah, Mara Karma dan band lokal Riau Sagu Band. Penampilan artis ibu kota dan lokal Riau ini mampu menghibur ribuan penonton yang memadati stadiun.


Penyalaan Api PON


Penyalaan api di kalderon, Minggu (7/10/2012), di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, menandakan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV 2012 telah dimulai. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan beberapa penampilan tari-tarian melayu, menyusul lagu ''Jangan Menyerah'' oleh salah seorang penyanyi cilik asal Riau.


Dipilihnya lagu tersebut karena sangat mengandung nilai sosial yang tinggi. Tidak ada kata menyerah untuk menggapai sesuatu, walau dalam berbagai kekurangan baik fisik maupun materi yang dimiliki.


Kemudian dilanjutkan dengan deville yang masih memakai sistem PON XVIII lalu, sesuai dengan urutan abjad yang dimulai oleh Kontingen Aceh dan diakhiri oleh tuan rumah, Riau.


Sorakan penonton menggema ketika Kontingen Riau memasuki lapangan. Dari seluruh provinsi peserta, Riau cukup banyak mengusung deville tersebut dengan pakaian khas melayu berwarna biru.


Setelah itu masuk pada sambutan Gubernur Riau (Gubri), Rusli Zainal. Dalam kesempatan tersebut, Gubri kembali memberikan motivasi tinggi kepada seluruh kontingen yang hadir.


Dilanjutkan kepada acara puncak, yakni sambutan dan Pembukaan Peparnas XIV 2012 oleh Wapres, Boediono, sekitar pukul 20.30 WIB. Dirinya juga mengaturkan motivasi yang tinggi kepada seluruh paralimpian yang akan bertarung.


''Walau dalam kekurangan, namun semangat juang yang tinggi mampu menutupi itu semua. Karena dengan ini kita bisa mengangkat harkat dan martabat paralimpian dan penyandang cacat lainnya,'' tegas Wapres dalam sambutannya.


Menyusul penaikan bendera Peparnas XIV 2012 yang diiringi Mars Olahraga, untuk selanjutnya masuk pada pengucapan janji atlet dan janji wasit.


Dilanjutkan pada acara yang ditunggu-tunggu, penyalaan api di kalderon. Api yang dibawa pelari asal Riau, Martin Losu dengan kirap berlari keliling lapangan untuk kemudian diserahkan kepada salah satu pelatih tenis kursi roda Riau, Yasin.


Penyalaan api di kalderon sangat berbeda dengan PON XVIII. Dimana Yasin harus berusaha menaiki puncak kalderon dengan bantuan tangga menuju kalderon yang memang sudah dipersiapkan oleh panitia.


Dengan semangat yang tinggi menaiki tangga demi tangga tanpa bantuan kursi roda akhirnya dirinya berhasil mencapai puncak dan langsung melambaikan obor api ke arah penonton. Api berhasil dinyalakan sekitar pukul 20.45 WIB.


Kemudian dilanjutkan sesi terakhir dimana acara hiburan dari artis lokal dan nasional seperti Sagu Band asal Pekanbaru, kemudian Charly bersama Setia Band, Marakarma dan Ike Nurjanah yang membawakan lagu "Terlena".


Seluruh penonton yang hadir diperbolehkan masuk ke lapangan untuk menyaksikan lebih dekat penampilan para artis dan band-band pengisi tersebut.


Kecewa


Belasan ribu penonton memadati Stadion Kaharuddin Nasution. Namun Pembukaan Peparnas sedikit mengecewakan. Dimana konsep penataan panggung terkesan tidak membuat nyaman penonton.


Panggung yang diperkirakan sepanjang 30 meter tersebut hanya menghadap ke satu sisi tribun saja, sehingga tribun di belakang panggung tidak bisa menikmati sejumlah sajian dan pergelaran pembukaan.


Konsep ini dinilai masyarakat hanya memfungsikan setengah sisi stadion. Salah satu warga Palas, Rumbai, Putra, mengutarakan kekecewaannya terhadap konsep yang diterapkan ini.


''Percuma kami datang tapi tidak bisa menyaksikan secara baik pembukaan ini, bagus nonton di rumah saja,'' ungkapnya dengan rasa kecewa.


Kekecewaan lain juga terpancar dari raut wajah Astri, warga Jalan Suka Karya, Panam ini mengungkapkan kekecewaannya dengan langsung meninggalkan stadion.


''Saya antri panjang hampir 1 jam untuk masuk, mutar-mutar juga buat nyari tempat masuk. Waktu sampai di dalam dapat bagian belakang panggung, bagus nonton di rumah aja lagi,'' ujarnya seraya meninggalkan stadion.


Sebelumnya tribun yang terletak di belakang panggung penuh dengan penonton, namun kondisi ini hanya bertahan selama beberapa menit.


Karena banyak penonton berusaha masuk ke sisi lain, dan sebagian lainnya memang meninggalkan stadion dengan berinisiatif nonton langsung di layar televisi.


Selain itu, sound system yang digunakan juga dinilai kurang bagus. Dimana ucapan presenter yang membacakan mulai dari rundown acara, urutan deville hingga sambutan dari Gubri dan Wapres tidak begitu jelas terdengar.


Ini menandakan persiapan Pembukaan Peparnas XIV memang kurang menyentuh dan tidak sesuai dengan agenda semula yang memang akan memberikan kesan mendalam terhadap penonton dan para peserta. (nti/rsc)