PEKANBARU – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, implementasi AI terbukti mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan keselamatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres saat membuka Muktamar XI Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) di SKA Co-Ex, Pekanbaru, Senin (28/7/2025).

“Implementasi AI ini sebenarnya sudah berjalan di mana-mana. Contohnya di KAI, kamera pengawasnya sudah dilengkapi dengan AI,” ujar Gibran di hadapan para peserta muktamar.

Ia menjelaskan bahwa teknologi tersebut mampu mengenali perilaku mencurigakan hingga mengidentifikasi pelaku kejahatan, bahkan ketika wajah pelaku tertutup masker. “Jadi yang copet dan aneh-aneh akan terlihat. Meskipun pakai masker tetap bisa teridentifikasi,” ujarnya.

Selain di sektor transportasi kereta api, Wapres juga menyoroti penggunaan AI di jalan tol Trans Jawa, khususnya saat arus mudik dan balik Lebaran. Teknologi ini, menurutnya, digunakan untuk menghitung jumlah kendaraan, mendeteksi penyebab kemacetan, serta menentukan waktu penerapan sistem contraflow atau one-way.

“Data analitik real time dari AI memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih akurat. Itu sebabnya kecelakaan saat mudik tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Gibran.

Lebih jauh, Wapres menegaskan bahwa penguasaan teknologi tidak cukup hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya adaptasi generasi muda terhadap perkembangan teknologi secara etis dan produktif.

“Kita tidak boleh tertinggal. Anak-anak muda harus adaptif dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya menutup sambutan. ***