PEKANBARU, GORIAU.COM - Terlalu banyak janji saat kampanye, ternyata jadi bumerang saat semua yang diucapkan tak terealisasi. Seperti yang dialami Walikota Pekanbaru, Firdaus MT. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau ini diibaratkan ''kacang lupa dengan kulitnya''.

''Firdaus MT yang sudah terpilih sebagai Walikota Pekanbaru ibarat kacang lupa dengan kulitnya. Dia tak menepati janjinya kepada pedagang, sekarang pedagang malah digusur,'' ujar juru bicara Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Wilayah Riau, Akiardi, kepada wartawan, Kamis (27/12/2012).

Ungkapan itu, kata Akiardi sesuai dengan keluhan pedagang yang disampaikan ke Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Wilayah Riau. Sejak duduk sebagai walikota Pekanbaru, tambahnya, Walikota Pekanbaru lebih banyak menginstruksikan penggusuran para pedagang.

Akiardi mengatakan, sewaktu kampanye Firdaus - Ayat, kerap bersosialisasi dengan masyarakat, khususnya para pedagang dengan turun ke pasar-pasar untuk mencari dukungan. Namun, setelah duduk di kursi 'empuk' justru tidak ada yang bisa dilakukan dan malah melahirkan kebijakan penggusuran dan penertiban.

''Kita minta Firdaus MT mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan penggusuran, termasuk pengusiran lapak pedagang. Mereka mencari nafkah untuk keluarga , bukan untuk mencari kekayaan,'' jelasnya.

Menurut Akiardi, seharusnya walikota membina hubungan dengan pedagang sebagai salah satu kelompok yang mendukungnya dulu saat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Jangan sebaliknya, setelah terpilih malah pendukung diabaikan. (rdi)