
DUMAI, GORIAU.COM - Walau tidak ikut sebagai juru kampanye karena tidak mengambil cuti untuk kampanye, Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum DPP PAN, H.M. Hatta Rajasa dan Menteri Kehutanan yang juga Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan tetap menghadiri kampanye akbar perdana pasangan Cagubri dan Cawagubri H. Jon Erizal dan H.R. Mambang Mit (JE-MM) di Lapangan Bukit Gelanggang, Dumai, Senin (19/8) sore.
Namun Keduanya tidak menyampaikan orasi karena tidak dalam kondisi cuti, sehingga hanya bisa melambaikan tangan kepada puluhan ribu massa yang hadir.
Selain Hatta rajasa dan Zulkifli Hasan, juga hadir Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Eddy dan anggota DPR RI asal Riau, Asman Abnur. Tjatur menjadi juru kampanye menggantikan Hatta dan Zulkifli. Sedangkan jurkam lain tampil Ketua DPW PAN Riau Herliyan Saleh dan Sekretaris DPW PKS Riau Suroyo. Acara kampanye akbar ini dimeriahkan oleh artis ibukota Mulan Jamila.
Hatta Rajasa dan rombongan sebenarnya sengaja dating untuk kampanye JE-MM. Sayangnya, pada hari yang sama, selaku Menko Perekonomian dia meresmikan sejumlah ruas jalan program MP3EI yang menelan dana APBN Rp 600 miliar lebih. Sehingga Hatta tidak mengambil cuti untuk berkampanye. Sebagai pejabat negara, seharusnya dia mengambil cuti untuk kampanye. Alhasil, menteri berambut putih itu hanya bisa melambaikan tangan dan memberikan salam serta mendengarkan jurkam orasi.
Tjatur Sapto Eddy dalam kampanyenya menyatakan pasangan JE-MM adalah pasangan yang diyakini mampu membawa Riau unggul secara nasional. Sebab, Jon Erizal dikenal sebagai pengusaha Internasional dan punya akses yang luas di tingkat nasional dan Internasional. Sedangkan Mambang Mit adalah birokrat tulen yang sangat berpengalaman menata pemerintahan. ''Kedua-duanya dikenal bersih dan tidak terlibat korupsi,'' ujarnya.
Sedangkan Herliyan Saleh mengatakan perpaduan JE-MM merupakan pasangan ideal. JE mewakili kawasan Riau pesisir, termasuk Dumai, sedangkan Ayah MM mewakili kawasan Riau daratan. JE seorang pengusaha nasional dan punya akses luas, sementara Ayah MM seorang birokrat paling senior di Riau. ''Ini pasangan ideal yang mampu membawa perubahan untuk Riau,’’ ujarnya.
Suroyo menegaskan bahwa pasangan yang diusung PAN dan PKS ini bukan berpikir untuk membelanjakan uang yang telah ada, tapi memikirkan untuk menambah uang yang telah ada. Memang Riau punya APBD Rp 6,7 trilun dan cukup besar. Namun tidak cukup untuk mempercepat pembangunan Riau yang telah lama tertinggal. (rls)