
PEKANBARU - Walau anggaran sosialisasi dan publikasi di lingkup Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau terbatas, namun Sekretariat DPRD tetap berupaya agar sosialisasi kegiatan dewan tetap diketahui masyarakat.
Demikian disampaikan Kabag Umum Sekretariat DPRD Riau, Tengku Aznom Zaifani SE, ME menjawab GoRiau.com baru-baru ini. Menurut Aznom, pihaknya tetap mendukung agar fungsi-fungsi dewan seperti pengawasan, legislasi dan budgeting diketahui masyarakat.
Dikatakan, DPRD memiliki tugas yang besar dalam mendukung dan mengawasi jalannya pembangunan daerah. Karena itu, suara dewan adalah suara rakyat dan harus diketahui oleh rakyat.
''Masyarakat berharap dewan mendengarkan aspirasi mereka baik jalannya pembangunan hingga persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Karena itu, pihaknya berusaha agar apa yang diaspirasikan masyarakat ke dewan bisa diketahui khalayak,'' ujarnya.
Hanya saja, tambahnya, kekuatan anggaran untuk mendukung informasi itu sangat kecil. Ambil contoh untuk sosialisasi kegiatan dewan melalui media online atau siber, hanya sekitar Rp700 juta setahun, anggaran itu tentu sangat minim dibandingkan dukungan yang diberikan media siber untuk mensosialisasikan kegiatan dewan.
''Meski anggaran terbatas, kita berusaha tetap bekerja maksimal. Kita terus update kegiatan dewan. Bahkan kedepan, kita akan berusaha mengelola media seperti website dewan, youtube, instagram dan lain-lain. Bahkan kita berencana menghidupkan TV parlemen yang bisa lebih menjembatani dewan dengan masyarakat,'' ujarnya.
Karena itu, Aznom berharap dukungan insan pers terhadap kegiatan-kegiatan dewan semakin meningkat sehingga fungsi-fungsi dewan dalam membela kepentingan rakyat bisa tersosialisasikan. ***