
PEKANBARU, GORIAU.COM - Laga persahabatan sepakbola yang mempertemukan Tim Nasional umur bawah 19 tahun (U-19) "versus" Tim Pra Pekan Olahraga Naisonal (PON) Riau tidak hanya menyisahkan kekalahan tragis 0-4 bagi masyarakat Pekanbaru. Namun juga pemadaman listrik secara terus-menerus oleh pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Tadi malam sebelum pertandingan listrik sudah padam. Pagi tadi juga padam dan siang ini lagi-lagi padam," kata Melia (31), warga Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Selasa (17/6/2014) siang.Ia mengatakan, sebaiknya jika setiap ada acara besar kemudian listrik di Riau, khususnya Pekanbaru mengalami pemadaman, sebaiknya acar tersebut tidak perlu dilaksanakan."Karena kami sebagai masyaraakat sebenarnya lebih membutuhkan kebutuhan mendasar seperti listrik dari pada acara-acara besar seperti itu," katanya.Razak (43), warga Pekanbaru lainnya juga mengesalkan pemadaman yang dilakukan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) yang dalam sepekan ini melakukan pemadaman tanpa pemberitahuan."Semuanya menjadi berantakan, mulai dari pekerjaan yang tak siap-siap sampai urusan rumah tangga yang berantakan," katanya.Humas PLN WRKR, Sarno, mengatakan, tidak ada kesengajaan dalam pemadaman listrik tadi malam saat pertandingan Timnas U-19 melawan Tim Pra PON Riau.Begitu juga dengan pemadaman listrik yang terjadi pagi dan siang hari ini untuk sebagian wilayah Pekanbaru, menurut dia itu disebabkan adanya gangguan jaringan."Pemadaman listrik dilakukan sebagai bentuk perbaikan jaringan dan sistem. Saat ini ketersediaan energi listrik di Riau juga telah mencukupi dan kemungkinan kalau ada pemadaman itu disebabkan gangguan, dan bukan kesengajaan," katanya. (fzr/ant)