WAKTU kecil, hobi bermain layaknya anak laki-laki, suka memanjat pohon terutama saat musim buah-buahan, sosok Hj Yulisma kini justru menjadi pejabat publik di Dinas Pariwisata Riau dengan jabatan strategis sebagai Kepala Bidang Pemasaran.

Ya, memanjat pohon mangga, jambu, dan buah-buahan lainnya adalah kebiasaanya mulai sejak Sekolah Dasar. Yulisma kecil yang lahir di Rantau Bais pada tahun 1969 ini termasuk hidup berkecukupan. Dimana kedua orangtuanya merupakan pedagang sukses di Duri.

Ia mengawali sekolah di SD 01 Rantau Bais dan harus mengikuti kedua orangtuanya yang selalu berpindah-pindah tempat karena urusan dagang. Anak dari Hajah Basariah inipun melanjutkan jenjang pendidikan menengahnya di SMP Duri pada tahun 1981. Namun tak sampai lulus, iapun kembali pindah dan masuk SMP 01 Bekasap, yang saat itu menjadi markas karyawan caltex dan lulus tahun 1983.

"Mau tak mau saya harus ikut orangtua, tapi alhamdulillah bisa lulus sekolah," ujarnya kepada GoRiau.com (GoNews Group) saat berbincang pada Rabu (04/1/2016) di Pekanbaru.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/08012017/yulisma2jp-5495.jpg

Yulisma dari kecil memang selalu mendapat simpati dari kawan sejawatnya. Bukan karena ia anak pedagang sukses, tapi memang sifatnya yang periang dan mudah bergaul menjadi kelebihan tersendiri dihadapan rekan-rekanya. "Saya waktu kecil bergaul dengan siapa saja. Saya tidak memilih dan memilah kawan, dan alhamdulillah sampai sekarang juga begitu," tukasnya.

Hobinya bermain loncat-loncatan dan memanjat pohon, juga sempat membuat kedua orangtuanya khawatir. Pasalnya, Yulisma remaja sempat mengalami kecelakaan saat memanjat tangga di rumahnya yang kebetulan memang ada dua lantai. "Ya saya akui waktu gadis sedikit bandel, mada kalau kata orang. Saat itu saya sempat pingsan dan dirawat di Rumah sakit," kenangnya.

Kembali ke riwayat pendidikan, Yulisma kemudian berhasil lulus sekolalah menengah atas atau SMA pada tahun 1986 di SMA 1 Duri, dan kemudian hijrah ke Pekanbaru tinggal bersama abang kandungnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/08012017/yulisma3jp-5494.jpgHj Yulisma bersama keluarga.

Di Pekanbaru, ia melanjutkan kuliah di Universitas Islam Riau tepatnya pada tahun 1990. Tidak butuh waktu lama, iapun berhasil menamatkan kuliahnya dalam waktu 4 tahun atau tepatnya pada tahun 1994. "Saya berhasil meraih gelar serjana administrasi negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik," tukasnya.

Selama di Pekanbaru, dalam menjalani masa kuliah, Yulisma juga bertugas membantu sang abang kandung yakni Haji Bistaman, saat itu, abangnya adalah termasuk sosok donatur yang membiayai kuliahnya.

"Jadi sembari kuliah saya membantu bekerja di toko bangunan milik abang saya. Ya lagi-lagi belajar dagang seperti orang tua," tuturnya.

Pada saat kuliah, Yulisma juga aktif diberbgai organisasi baik di kampus maupun di lingkungan ia tinggal. Tak heran jika ia memang banyak memiliki kawan dari pergaulannya sehari-hari.

Pada tanggal 12 September 2011, sang bapak yang merupakan sosok pemimpin di keluarganya meninggal dunia. Bagi Yulisma, bapaknya adalah sosok paling susah ia lupakan. "Karena papa sangat dekat, dari 7 bersaudara, dia paling sayang dengan saya. Saat itu saya benar-benar tidak terima, tapi itu sudah kehendak yang kuasa, saya pun belajar mengikhlaskan," ceritanya.

"Dan satu pesan papa saya yang tak bisa saya lupakan sampai sekarang, jangan sekali-sekali sombong, jikapun sukses harus selalu menunduk kebawah. Itulah pesan yang sampai sekarang saya rekam, saya simpan dalam jiwa saya," timpalnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/08012017/yulisma4jp-5493.jpgHj Yulisma.

Ditinggal sang ayah, tidak membuat penyesalan baginya, karana ia sudah memberikan kebahagiaan dengan berangkat menunaikan ibadah haji bersama saat masih hidup. "Ya intinya sudah terlaksana, apa yang kami cita-citakan sebelum berpisah untuk selamanya," cerita Yulisma yang terlihat berkaca-kaca.

Didikan orang tua yang membiasakan dirinya mandiri, juga membuahkan hasil. Iapun bekerja keras mengembangkan bisnis abangnya di Pekanbaru, sembari terus mencari lowongan pekerjaan yang dianggapnya pas dengannya.

"Saya sempat 3 tahunan lebih mencari-cari pekerjaan lain, dan akhirnya saya mencoba melamar saat ada buka lowongan di Bapedalda dan Kantor Transmigrasi. Alhamdulillah saya langsung diterima," ujarnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/08012017/yulisma5jp-5492.jpgHj Yulisma bersama Kadis Pariwisata Riau Fahmial Usman.

"Saat ujian tes PNS langsung lulus, tanpa magang. Dan tepatnya pada bulan Desember 1998, SK saya turun dan ditempatkan di Dinas Transmigrasi sebagai Staf Bidang Keuangan," tandasnya

Seiring berjalannya waktu, iapun berpindah-pindah tugas dan sempat menjadi Pembantu Asisten. Tepat di Tahun 2000, ia dipindahkan ke kantor Transmigrasi sebagai Kepala Staf di Bidang Kependudukan.

Pada tanggal 31 Desember 2008, iapun dipromosikan menjabat Kasi Usaha Pariwisata di Dinas Kebudaya dan Pariwsata pada saat itu hingga tahun 2012.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/08012017/yulisma6jp-5491.jpgHj Yulisma bersama Duta Pariwisata Indonesia.

"Saya dipromosikan oleh kepala dinas, jadi eselon 3 pada bulan April 2013, dan saat itu saya langsung ditempatkan di bidang Bina Wisata sampai tahun 2015. Kemudian saya dipromosikan lagi ke bagian pemasaran pada Juli 2016 dan menjadi Kabid Pemasaran di Dinas Pariwisata hingga sekarang," ujarnya.

Yulisma memang sangat menikmati pekerjaannya. Dibawah Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal Usman, ia mengakui sesulit apapun pekerjaannya ia tetap dijalani dengan ikhlas.

"Alhamdulilah sejak bekerja dari toko bangunan hingga sekarang tidak pernah ada masalah yang berarti, jujur saya mencintai pekerjaan apapun itu pekerjaanya. Intinya saya jalani sesuai prosedur, tetap senang, loyalitas kepada pimpinan, kami tetap jalankan peran masing-masing agar bisa bersinergi dengan siapapun," ungkapnya lagi.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/08012017/yulisma7jp-5490.jpg

Hj Yulisma yang menikah dengan H Sulisman yang merupakan karyawan Pertamina Dumai itu, kini telah dianugerahi 3 orang anak, masing-masing Iwanda yang saat ini masih dibangku SMA, kemudian Nabila dan M Zacky. Keduanya saat ini tercatat sebagai pelajar SMP Al Azhar Pekanbaru.

Diusianya yang sudah tidak lagi muda, Yulisma berharap bisa terus mengabdi dan selalu menjadi amanah dalam pekerjaannya sekarang. "Sekali lagi saya mencintai pekerjaan, jadi di usia sekarang saya ingin benar-benar bermanfaat bagi yang lain. Untuk target sendiri, kami bersama rekan-rekan disini (Dinas Pariwisata, red), akan terus berupaya mempromosikan pariwisata Riau hingga benar-benar bisa menyapa dunia" pungkasnya. ***