
PEKANBARU - Rombongan atlet dan Official Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Riau, berkunjung ke Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) guna melaporkan hasil pada kejuaraan dunia silat di Malaysia serta bersilaturahim dengan Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis, Rabu (06/01/2016) sore.
Rombongan yang dipimpin Ketua IPSI Riau dan manajer timnas silat Indonesia Zulher terdiri dari lima atlet silat Riau beserta dua pelatihnya.
Sementara itu pihak KONI Riau dihadiri Ketua Umum KONI Emrizal Pakis, Sekretaris Hermansyah, dan Ketua Binpres KONI Riau Ridaswin dan beberapa wartawan baik cetak maupun online.
Ketua IPSI Riau dalam sambutanya mengatakan, bahwa timnas silat Indonesia yang ia pimpin berjumah 12 atlet dimana 5 diantaranya adalah merupakan atlet Riau yang seluruhnya mendapat medali dan mendapat peringkat ke empat dunia dibawah Singapura.
"Yang lebih membanggakannya lagi atlet kita bernama Elit Mutia bahkan menjadi atlet pertama yang berhasil menggemakan lagu Indonesia Raya dan meraih medali emas. Bukan hanya itu saja, tapi Mutia ternyata juga menjadi atlet terbaik dunia dalam kejuaraan tersebut," ungkap Zulher.
Selain itu Zulher juga mengutarakan langsung maksud dan tujuanya datang ke KONI. "Kita ingin mengucapkan terimakasih kepada KONI dimana saat berangkat ke Malaysia kita diberi ongkos dan nampak muka, kita balas pulangnya dengan menampakkan muka pula. Disamping itu juga kita berharap kedepanya KONI bisa memberikan anggaran khusus untuk pembinaan tingkat junior," tukasnya.
Sementara itu Ketua KONI Riau Emrizal Pakis juga mengutarakan rasa terimakasih dan bangga terhadap semua atlet dan jajaran IPSI Riau yang telah membawa nama baik Riau dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.
"Saya rasa ini prestasi yang luar biasa, dimana Indonesia yang diwakili Riau dan DKI Jakarta berhasil meraih posisi ke empat dari 33 negara yang ikut ambil bagian dalam kejuaraan dunia silat di Malaysia tersebut. Saya sangat berterimakasih, mohon atlet ini tetap dibina dan dilatih secara maksimal, karena nantinya merekalah yang akan berjuang dan menggantikan para seniornya," pungkasnya.
Usai mengadakan pertemuan dan ramah tamah, kemudian seluruh yang hadir melakukan sesi foto bersama untuk dokumentasi baik IPSI maupun KONI. ***