
PEKANBARU – Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyoroti kondisi instalasi listrik rumah warga sebagai salah satu faktor utama penyebab kebakaran, menyusul dua peristiwa kebakaran dalam satu hari yang menewaskan dua anak kecil di Kota Pekanbaru.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (26/1/2026), Markarius menyebut sebagian besar kebakaran yang terjadi belakangan ini dipicu oleh korsleting listrik, seiring meningkatnya suhu udara di Pekanbaru.
“Kalau kita lihat di banyak kejadian belakangan ini di Pekanbaru, karena meningkatnya suhu, panas, itu sebagian besar penyebabnya karena hubungan arus pendek,” kata Markarius.
Menurutnya, kondisi panas membuat material instalasi listrik, terutama pada rumah-rumah lama, mengalami pemuaian dan penurunan kualitas pengaman kabel.
“Karena panas, pengamannya itu memuai, karetnya rusak, sehingga terjadi percikan api. Percikan inilah yang kemudian menyebabkan kebakaran,” ujarnya.
Markarius mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah yang telah berusia lebih dari 10 tahun, untuk segera memeriksa kembali kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Kami meminta masyarakat yang rumahnya sudah di atas 10 tahun untuk dicek lagi jaringan listriknya. Apalagi rumah yang sudah 20 tahun, kalau bisa instalasi listriknya diperbaharui, diganti dengan kabel-kabel yang baru,” katanya.
Ia menekankan, langkah pencegahan ini penting mengingat kejadian kebakaran akibat korsleting listrik kerap berulang dan menimbulkan korban jiwa.
“Ini kejadian yang berulang. Kita melihatnya dan sangat prihatin, apalagi yang menjadi korban adalah anak-anak,” ujar Markarius.
Pernyataan Wakil Wali Kota tersebut disampaikan menyusul dua peristiwa kebakaran yang terjadi di Pekanbaru pada Minggu (25/1/2026), yang masing-masing menewaskan seorang anak.
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Kencana Sari, Gang Kencana Sari, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.04 WIB itu menghanguskan satu unit rumah dan dua sepeda motor. Seorang balita laki-laki berusia 3 tahun bernama Zafran meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Peristiwa kedua terjadi pada dini hari di Jalan Tengku Bey, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya. Sebuah kios barang harian terbakar sekitar pukul 03.38 WIB dan menewaskan seorang anak laki-laki berusia 7 tahun bernama Rayhan. Satu orang dewasa mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan perawatan. ***