BANGKINANG - Wakil Ketua Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar H Fahmil mengatakan, selaku wakil rakyat ia berharap kepada wartawan untuk menjadi corong informasi masyarakat karena wartawan banyak mengetahui segala sesuatu yang terjadi di masyarakat.

Hal itu dikatakannya ketika berdiskusi dengan sejumlah wartawan di Bangkinang, Jumat (23/1/2020).

''Kami di DPRD, baik anggota dan pimpinan ketika muncul persoalan terkadang baru setelah diberitahu wartawn atau dimuat media. Baik yang dimediakan ataupun disampaikan secara langsung oleh wartawan,'' beber politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Ia juga sangat berharap wartawan tidak hanya menyampaikan berita yang baik-baik saja guna kepentingan pencitraan pejabat namun juga menyampaikan berita yang realita dan terjadi dan dialami masyarakat sehingga akan menjadi bahan yang diperjuangkan oleh pemerintah maupun wakil rakyat.

"Kalau memuji pejabat terus ada apa ini. Nampaknya bagus, namun seterusnya itu tak baik juga," cakap Fahmil.

Dia mengharapkan wartawan memberikan informasi kepada dirinya selalu wakil rakyat dan sebagai salah seroang pimpinan DPRD Kabupaten Kampar.

''Manfaatkan saya sebagai pimpinan DPRD dan manfaatkan amanah ini. Jangan hanya karena segan berkawan, lalu tak disampaikan. Jelas ini juga akan merusak lembaga kita," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masukan dari wartawan sangat dibutuhkan DPRD sehingga dalam pembahasan di DPRD akan menjadi pertimbangan. 

"Doakan saya agar saya istiqomah menjalankan amanah demi kepentingan rakyat, pribadi maupun golongan," imbuh anggota DPRD Kampar dari Daerah Pemilihan Kecamatan Bangkinang, Bangkinang Kota, Salo, Kuok, XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu ini.

Ia juga menjelaskan, dalam melaksanakan reses atau menjemput aspirasi masyarakat, ia akan berusaha membuat sesuatu yang berbeda seperti menyelipkan dengan kegiatan pelatihan kewirausahaan.

Kemudian mengenai rapat dengar pendapat (RDP), anggota dewan yang juga konsern dalam gerakan kemanusiaan memberikan perhatian kepada kaum dhuafa ini, mengusulkan bahwa RDP atau hearing ini ditambah frekuensi pelaksanaannya minimal dua kali seminggu sehingga permasalahan yang terjadi bisa tuntas.

Dalam diskusi ini Fahmil juga mendapatkan pertanyaan mengenai peran Komisi III dalam mendongkrak perekonomian masyarakat, meningkatkan pendapatan asli daerah dan soal sejumlah MoU yang telah dibuat Pemkab Kampar dengan beberapa pihak.

Ia menanggapi bahwa selaku anggota DPRD ia siap mengevaluasi dan mengawasi kegiatan yang dilaksanakan oleh berbagai organisasi perangkat daerah. 

Dalam hal memacu investasi, ia menyarankan Pemkab Kampar melaksanakan sistem online pengurusan perizinan antar OPD sehingga akan memangkas waktu dan birokrasi calon investor dalam pengurusan izin dan ini juga akan menambah gairah para investor menanamkan investasi di Kampar. ***