
JAKARTA - Masalah polusi udara belakangan memang menimbulkan banyak risiko penyakit. Bukan hanya menyerang sistem pernapasan, polusi udara nampaknya juga mampu meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit stroke.
Dokter spesialis neurologi, Mohammad Kurniawan dalam kesempatan media briefing bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Jumat (27/10/2023) mengamini hal tersebut.
Menurutnya, 90 persen penyebab stroke adalah penyebab yang bisa dikendalikan. Seperti hipertensi atau peningkatan tekanan darah, obesitas atau kegemukan, kemudian kadar gula darah yang tinggi, pola makan yang buruk, tinggi garam serta tinggi gula dan juga lemak.
"Kemudian ada juga yang belakangan marak di kita ya, polusi udara ternyata juga merupakan salah satu penyebab stroke," jelasnya.
Organisasi kesehatan dunia atau WHO, kata Kurniawan, juga mengaitkan antara polusi dengan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke. Apalagi stroke merupakan penyakit yang terjadi di pembuluh darah.
"Jadi polusi udara pada akhirnya akan meningkatkan risiko terjadinya inflamasi kronik di tubuh. Nah inflamasi ini, kalau tidak diatasi, ini akan mengakibatkan kerusakan, termasuk kerusakan pada dinding pembuluh darah," paparnya.
Selain itu, inflamasi juga membuat terjadinya stroke sumbatan, atau bahkan strok pendarahan akibat pembuluh darahnya pecah.
"Jadi memang linknya ke situ, ya, dan saat ini juga jadi concern global, ya, terkait air pollution dengan risiko penyakit kardiovaskular termasuk stroke," pungkasnya. ***