TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Untuk kesekian kalinya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kesal dengan sikap beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil.

Hal itu, dikarenakan, minimnya jumlah kepala SKPD yang hadir pada berbagai agenda DPRD, terutama saat rapat paripurna.

Seperti yang terjadi pada rapat paripurna ke-7 masa persidangan II tahun sidang 2015, Senin (24/8/2015) malam, hanya beberapa Kepala SKPD saja yang terlihat mengisi bangku-bangku yang sudah disediakan.

Sedangkan sisanya, bangku diisi oleh para perwakilan Kepala SKPD yang tidak hadir.

''Jadi, tadi siang, selama 2 jam seluruh fraksi menyampaikan pandangan umum, malam ini, Bupati hanya menjawab lebih kurang selama 20 menit, tapi kita aplus, karena dari siang hingga malam, beliau (Bupati) sendiri yang hadir,'' cetus pimpinan rapat yang juga Wakil Ketua II DPRD Inhil, Maryanto.

Namun, semangat sang pemimpin Negeri Seribu Parit itu ternyata tidak ditiru oleh para pembantunya, dan hal itu yang membuat pemimpin rapat kembali menyinggung ketidakhadiran para Kepala SKPD saat itu.

''Bupati saja yang hadir, hanya segini pembantunya yang ikut datang, bagaimana coba kalau bukan Bupati yang hadir,'' tukas Politisi PDI-P itu.

Karena hal itu, Maryanto kembali meminta kepada Bupati Inhil, agar mengevaluasi lagi para bawahannya, karena jika Kepala SKPD tidak menghadiri berbagai agenda DPRD yang berhubungan dengan pihak-pihak terkait, maka hasilnya pun dikatakannya tidak akan efektif.

''Sekali lagi, saya minta dievaluasi, atau angkat saja yang malam ini datang mewakili Kepala SKPD masing-masing menjadi Kepala Dinas, Badan maupun kantor,'' ujarnya memberikan saran kepada Bupati Inhil.(ayu)