PEKANBARU – Kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sudaryono, ke Riau tidak hanya membahas isu-isu serius soal pertanian, tetapi juga diwarnai dengan candaan yang membuat suasana semakin hidup. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat Sudaryono melemparkan komentar tentang anggota DPR RI, Muhammad Rahul.

Dalam pidato interaktifnya dihadapan masyarakat, Sudaryono memulai dengan pertanyaan ringan yang membuat hadirin tersenyum.

Pada saat itu Wamentan, bertanya, ‘’saya ingin tanya, apakah anda semua kenal pak Rahul?" tanyanya.

"Kenal!" seru masyarakat dengan semangat.

"Apakah anda semua tahu?" lanjutnya.

"Tahu!" jawab mereka lagi.

Namun, suasana mendadak hening ketika Sudaryono melempar pertanyaan pamungkas, "Pernah disawer?"

Masyarakat yang semula riuh mendadak terdiam. Melihat reaksi tersebut, Sudaryono tak melewatkan kesempatan untuk menambahkan bumbu humor. "Berarti kurang sawerannya, Pak," ujarnya sambil tertawa melihat M Rahul yang langsung disambut gelak tawa para hadirin.

"Pak Rahul ini masih muda, kaya raya, dan berbahaya!" ucapnya yang sontak memicu tawa lebih keras dari para peserta yang hadir, termasuk Rahul sendiri yang hanya bisa tersenyum menanggapi.

Setelah itu Sudaryono menyampaikan terkait program bidang pertanian yang perlu pengawasan ketat guna memastikan kesejahteraan petani. Ia menyoroti aspek penting seperti penyediaan pupuk, benih, dan irigasi.

"Pemimpin harus visioner, bukan hanya merespons kejadian, tetapi mengantisipasi kebutuhan bulan-bulan mendatang. Saya pastikan pupuk subsidi sudah beres, benih tersedia, dan irigasi ditangani dengan anggaran Rp12 triliun lewat kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum," jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Bulog, TNI, dan Polri dalam menyerap hasil panen agar harga tetap stabil. Menurutnya, petani yang telah bersusah payah menanam akan kehilangan semangat jika harga hasil panen anjlok.

"Kalau harga jatuh, petani kita malas menanam lagi. Ini yang harus kita cegah," tambahnya.

Sudaryono menutup kunjungannya dengan menegaskan bahwa semua program pertanian yang telah dirancang harus diawasi secara ketat. "Kita nggak bisa cuma bikin kebijakan terus tinggal tidur. Harus ada monitoring, evaluasi, dan pengawalan supaya program benar-benar manfaat buat petani," pungkasnya. ***