
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah menjadi langganan Provinsi Riau setiap tahun sampai saat ini belum ada antisipasi yang kental dalam rencana penanggulangannya. Bahkan untuk tahun ini, karhutla datang lebih cepat dari biasanya.
Karhutla di Riau umumnya terjadi memasuki musim kemarau pada awal Juni setiap tahun. Untuk itu, Pemprov Riau berencana mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun depan untuk antisipasi dan penanggulangan karhutla.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman usai menjalankan Salat Istisqa di Kantor Gubernur Riau, Selasa (4/3/2014). "APBD tahun depan akan diarahkan ke pencegahan (karhutla, red)," tegas Wagubri.
Termasuk di dalamnya penetapan anggaran untuk honor petugas pencegahan yang ditempatkan pada setiap kecamatan dan desa di Riau. "Sesuai wacana, lima di setiap desa dan tiga di kecamatan," kata Wagubri.
Jika dibiasakan menunggu bencana muncul dan baru ditanggulangi, berarti tidak ada yang namanya antisipasi atau pencegahan. "Ini bencana setiap tahun dan aksi baru dimulai setelah karhutla muncul," ujarnya.***