PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah mengerahkan sebanyak 558 personil gabungan yang khusus memburu pelaku pembakar hutan dan lahan serta pembalakan liar. Operasi ini sendiri akan berlangsung hingga 26 Maret 2014 mendatang.

Kapolda Riau, Brgijen Pol Condro Kirono, Sabtu (15/3/2014), menyampaikan, 558 personil tersebut dibagi menjadi 9 tim. Dimana masing-masing tim berisi 62 personil. Sejauh ini, operasi masih difokuskan untuk dua kabupaten.

Diantaranya Pelalawan, fokusnya akan ke daerah Teluk Meranti yang berbatasan dengan Suaka Margasatwa Kerumutan dimana terdapat banyak titik api diduga karena perambahan dan pembalakan liar tersebut.

Kemudian Bengkalis yang terpusat di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bukit Batu. "Empat tim kita kirim ke Pelalawan, sementara lima tim kita fokuskan pada Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Bengkalis," tegas Kapolda.

Dijelaskannya, bencana karhutla dan kabut asap di Riau tidak lepas dari adanya aktivitas pembalakan liar dan perambahan di hutan. Karena itu, pasukan yang diterjunkan kali ini juga menyertakan penyidik dari Ditreskrimsus Polda Riau.

Selain itu, unsur intelejen, Brimob, TNI dan Polhut juga dilibatkan. Kemudian dikatakan Kapolda, tim juga sewaktu-waktu ke Pulau Rupat karena juga terdapat beberapa titik api di sana.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Sutarman menginstruksikan jajarannya menembak di tempat setiap perambah dan pembakaran lahan yang melawan dalam upaya penegakan hukum Operasi Terpadu Darurat Asap Riau.

"Kalau ada yang melawan dan sudah membahayakan, tembak saja," tegasnya jelang menunggu pendaratan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Lapangan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/3/2014).

Sejauh ini sudah ada 60 tersangka yang diamankan polisi dalam operasi penegakan hukum di Provinsi Riau. "Satu tersangka dari perusahaan, PT NSP," jelasnya.

Artinya, Kapolri menginstruksikan kepada sektoral terkait agar tidak lagi memberikan celah atau peluang bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kembali melakukannya ke depan.***