SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sudah 3 tahun Jalan di Desa Mayang Sari Kecamatan Merbau patah dan berlobang. Jalan yang merupakan lintas Melibur ke Desa Mayang Sari itu dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan (makan korban, red) jika tidak cepat diperbaiki.

Menurut pengakuan Kepala Desa Mayang Sari, Mukhari, jalan itu dibangun sekitar tahun 2005 yang lalu, sewaktu masih di bawah naungan Kabupaten Bengkalis.

Mukhari juga mengkhawatirkan jalan itu akan memakan korban. Sebab, sepanjang lebih kurang 500 meter, terlihat 3 patahan dan lubang yang menganga di jalan tersebut.

"Dikhawatirkan jalan itu makan korban kalau dibiarkan," kata Mukhari.

Hal senada juga disampaikan salah seorang Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Ramlan, Dapil 4 (Merbau, Pulau Merbau, dan Tasik Putri Puyu). Kepada wartawan, Ramlan, menyampaikan, Ia menilai perencanaan yang kurang matang, menjadi penyebab patah dan berlubang jalan tersebut.

Kata Ruslan lagi, Ia berharap Dinas PU Meranti segera mengambil langkah untuk memperbaiki jalan yang patah dan pecah itu, sebelum ada korban. Jalan penghubung antar Desa Bagan Melibur dan Mayang Sari , Desa Mengkirau, merupakan jalan lintas Kecamatan Merbau, Kecamatan Tasik Putri puyu itu merupakan akses yang ramai dilalui masyarakat.

"Kita minta PU segera mengambil langkah, dulu sewaktu membangun jalan, paritnya tidak dibuat turap sehingga longsor," kata Ruslan lagi.(zal)