SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Kondisi kabut asap di Kabupaten Siak semakin pekat. Dimana, Rabu (12/2/2014) pagi, sekitar pukul 08.00 Wib jarak pandang hanya berkisar 200 meter. Kondisi inilah yang mendasari Pemerintah Kabupaten Siak untuk meliburkan siswa.

Namun tidak untuk Bayu (17), salah seorang siswa SMA kelas 12 di Kota Siak. Ia bersama teman sekelasnya tetap berangkat ke sekolah. Walaupun, agak molor dari hari-hari biasa.

"Tadi berangkat jam 08.15 Wib, bang," ujar Bayu kepada GoRiau.com, Rabu (12/2/2014). Sesampai di sekolah, aktivitas belajar baru dimulai sekitar pukul 09.00 Wib.

Sementara itu, adek-adek tingkat Bayu tidak lagi datang ke sekolah sejak dipulangkan Senin kemaren. Di sekolah, lanjut Bayu mereka tidak belajar. Hanya membahas soal-soal Ujian Nasional (UN) terdahulu. "Kami hanya try out," katanya.

Bayu mengakui kabut asap sangat mempengaruhi kesehatannya. Namun, ia tetap bersemangat untuk datang ke sekolah mengikuti try out. "Ini demi UN besok, kami tidak ingin nilai rendah apalagi tidak lulus UN," ujarnya.

"Bagaimanapun kondisinya, kami harus tetap fokus mengahadapi UN besok," tegas Bayu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Drs. Kadri Yafis, M.Pd mengatakan seluruh siswa di Siak terpaksa diliburkan, menyusul kondisi udara semakin memburuk. Namun, kebijakan itu tidak berlaku untuk siswa kelas 6, 9 dan 12. Mereka diharapkan lebih fokus menghadapi UN.

"Untuk itu, mereka tetap sekolah dengan jadwal tidak seperti biasanya," kata Kadri.

Dalam intruksinya, Kadri meminta sekolah untuk meliburkan siswa selama dua hari dan akan kembali ke sekolah pada Kamis (13/2/2014). "Namun, kebijakan ini bisa saja berubah seiring kondisi cuaca," katanya.

"Jika kabut asap juga tidak berkurang, masa libur akan kita tambah lagi," ujar Kadri.(san)