
PEKANBARU – Aksi balap liar hingga atraksi sepeda motor yang membahayakan pengguna jalan masih menjadi persoalan di Jalan Naga Sakti, tepatnya di kawasan sekitar Stadion Utama Riau, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru. Aktivitas yang dikeluhkan telah berlangsung selama bertahun-tahun itu menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena mengancam keselamatan dan kenyamanan berlalu lintas.
Berdasarkan pantauan GoRiau, Minggu sore (8/11/2026), terlihat sejumlah pengendara sepeda motor melintas di ruas Jalan Naga Sakti. Salah seorang pengendara bahkan terlihat melakukan atraksi dengan mengangkat roda depan sepeda motornya (standing) saat melaju di badan jalan.
Aksi tersebut menjadi perhatian karena dilakukan di jalan umum yang juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Pengendara lain yang melintas tentu tidak dapat memprediksi pergerakan sepeda motor yang melakukan atraksi maupun melaju dengan kecepatan tinggi.
Persoalan ini bukan kali pertama terjadi. Aktivitas serupa disebut telah berlangsung menahun. Meski penertiban dan patroli kepolisian beberapa kali dilakukan, keberadaan pengendara yang melakukan aksi berbahaya masih menjadi keluhan masyarakat.
Seorang warga, Yanti yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut mengaku khawatir dengan kondisi itu. Menurutnya, jalan umum semestinya dapat digunakan masyarakat tanpa harus dihantui risiko kecelakaan akibat aksi pengendara yang tidak bertanggung jawab.
"Kadang kami yang melintas merasa was-was. Kita tidak tahu kapan ada pengendara yang tiba-tiba melaju kencang atau mengangkat roda depan motornya. Kalau sampai kehilangan kendali, bukan hanya dirinya yang menjadi korban, tetapi pengendara lain juga bisa terkena dampaknya," ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari pengguna jalan lain yang menghabiskan sore harinya untuk3 berolahraga di kawasan itu, Wahyu yang berharap pengawasan dilakukan secara berkelanjutan. Mereka menilai penertiban tidak cukup hanya dilakukan ketika ada laporan atau saat petugas menggelar patroli.
"Harapannya jangan hanya ditertibkan sesekali. Kalau memang sudah bertahun-tahun terjadi, tentu harus ada pengawasan rutin. Kami ingin jalan ini aman dan nyaman dilalui, bukan malah menjadi tempat untuk melakukan atraksi yang membahayakan orang lain," ungkap Wahyu.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di Jalan Naga Sakti. Sebab, selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, aksi balap liar dan atraksi sepeda motor juga dapat mengganggu ketertiban lalu lintas serta rasa aman masyarakat.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli, khususnya pada waktu-waktu yang rawan dimanfaatkan untuk melakukan aksi tersebut. Penindakan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran juga dinilai penting untuk memberikan efek jera.
Menanggapi persoalan tersebut, Kapolsek Binawidya, Kompol Nusirwan, S.H., mengatakan pihaknya akan terus melakukan penanganan dengan menerjunkan personel ke lapangan.
Saat dihubungi GoRiau melalui WhatsApp pribadinya, Minggu (8/11/2026), Nusirwan menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu menurunkan tim untuk menangani aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia juga menegaskan bahwa Polsek Binawidya terus bersinergi dengan Polresta Pekanbaru dalam melakukan pengawasan dan penanganan terhadap berbagai gangguan kamtibmas, termasuk aksi balap liar maupun perilaku berkendara yang membahayakan pengguna jalan.
Nusirwan turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas balap liar atau atraksi kendaraan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan membahayakan keselamatan.
Menurutnya, informasi dan laporan masyarakat sangat dibutuhkan agar kepolisian dapat mengetahui titik serta waktu terjadinya aktivitas tersebut sehingga bisa segera ditindaklanjuti oleh personel di lapangan.
Dengan adanya sinergi antara masyarakat, Polsek Binawidya, dan Polresta Pekanbaru, diharapkan persoalan yang telah lama dikeluhkan tersebut dapat ditangani secara konsisten. Jalan Naga Sakti diharapkan kembali menjadi ruang lalu lintas yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, bukan tempat untuk mempertontonkan aksi berkendara yang mempertaruhkan keselamatan. ***