PEKANBARU, GORIAU.COM - Pihak Pemerintah Malaysia melalui Konsulat di Pekanbaru memberikan tanggapan atas peristiwa kabut asap yang terjadi di Riau dalam beberapa pekan terakhir. Namun demikian, negara ini menyatakan belum berencana menarik warganya untuk keselamatan kesehatan.

"Kami hanya mengimbau agar berhati-hati dan selalu mentaati imbauan pemerintah di daerah ini," kata Konsul (Menteri Penasehat) Malaysia untuk Pekanbaru, Azizah bin Ismail kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (12/2/2014).

Kabut asap terpantau telah mencemari ruang udara di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Riau termasuk Pekanbaru. Pemerintah daerah telah menyatakan siaga bencana kabut asap dan membentuk tim terpadu untuk mengatasi persoalan klasik tersebut.

Azizah menjelaskan, kabut asap di Riau saat ini belum separah pada 2013 yang semoat menyebabkan berbagai aktivitas termasuk pendidikan menjadi terganggu. "Makanya tidak perlu juga untuk membawa pulang warga Malaysia yang ada di Riau," kata dia.

Ia mengatakan, bahwa saat ini di Provinsi Riau terdaftar ada sebanyak 350 orang warga negara asal Malaysia. Sebanyak 150 diantaranya adalah pelajar atau mahasiswa yang mengejar strata satu di perguruan tinggi yang ada di Pekanbaru.

Sementara sekitar 200 orang lainnya, kata dia, adalah pekerja di berbagai perusahaan asal negeri jiran itu. "Untuk mereka yang sedang kuliah, sekarang sedang libur dan berada di Malaysia. Sementara untuk pekerja, saya rasa cukup mendengarkan imbauan pemerintah Indonesia saja," katanya.

Azizah mengatakan, pihak berharap kabut asap di Riau dapat segera diatasi agar semua aktivitas dapat kembali berjalan baik hingga tidak perlu lagi ada kerenggangan antara Indonesia dengan Malaysia. "Kekarang saya tidak tahu, apakah kabut asap Riau sudah sampai di Malaysia atau belum. Namun yang pasti harapan kami masalah ini dapat segera di selesaikan," katanya. (fzr/ant)