PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski helat Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII - 2012 sudah usai, namun pesta olahraga terbesar di tanah air itu masih berhutang, termasuk untuk pembangunan Stadion Utama Riau, tempat dilaksanakannya acara pembukaan.

Seperti yang diungkapkan Kepala Biro Keuangan Setda Prov Riau, Jonli saat pertemuan dengan DPRD Riau. Ia menyebutkan, beberapa anggaran yang sampai kini belum sepenuhnya dibayarkan adalah pembayaran esklasi yang mencapai Rp 100 miliar. Kemudian utang pembangunan stadion utama yang ditaksir juga masih bersisa Rp 100 miliar.

''Untuk utang Jembatan Siak IV, kami hanya akan membayar dibawah dari persentase penyelesaian fisik. Sebab, jika kami bayarkan sesuai dengan realisasinya, khawatir saat dilakukan audit, nanti justru jadi temuan. Sebab, kami terlanjur membayarkan penuh, sementara hasil audit mengatakan di bawah persentase,'' papar Jonly dalam rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi B DPRD Riau, Rabu (11/9/2013).

Dikatakannya, Pemprov sudah merealisasikan Rp 20 miliar usai menggelar rapat koordinasi beberapa waktu lalu. Namun, secara persentase yang disebut sudah mencapai 70 persen, Pemprov tidak berani membayar penuh. Pemprov hanya akan membayarkan 65 persen.

''Lebih baik kita kurang membayarnya. Jika pembayaran sesuai dengan persentease. Kita harus hati-hati. Jangan mengambil perhitungan tinggi,'' ujarnya.

Jonli mengutarakan, kontraktor tidak perlu menunggu uang untuk melakukan pekerjaan. ''Kan, perusahaannya besar, kenapa harus menunggu pencairan uang dulu. Kan nanti kekurangan bisa ditagih,'' ujarnya. ***