SELATPANJANG, GORIAU.COM - Selama tahun 2014 PT Nasional Sago Prima tak pernah menyalurkan Coorporate Sosial Responbility (CSR) ke masyarakat Tebingtinggi Timur. Tindakan tidak peduli terhadap masyarakat di daerah operasional ini membuat masyarakat 3T kecewa berat.


Pengakuan itu sebagaimana disampaikan Abdul Manan salah seorang tokoh masyarakat Tebingtinggi Timur beberapa waktu lalu.
Kata Manan, Ia sebelumnya 15 tahun kerja di perusahaan. Ia tahu betul bahwa setiap perusahaan wajib menyalurkan program CSR ataupun CD, karena hal itu diatur dalam undang-undang.
"Namun sepanjang tahun 2014 lalu PT NSP tidak pernah menyalurkan program tersebut," tegasnya.
Dikatakannya jika kehadiran perusahaan di daerah tidak membawa dampak yang baik kepada masyarakat lebih perusahaan tersebut keluar saja dari Kepulauan Meranti. Karena tujuan awal keberadaan perusahaan hadir salah satunya untuk membantu masyarakat.
"Perusahaan jangan hanya mementingkan bisnis belaka. Kami minta juga perhatikan masyarakat," pinta Abdul Manan yang mengirimkan petisi asap kepada jokowi beberapa waktu lalu.
Tidak pernahnya PT NSP menyalurkan program CSR atau CD tersebut dibenarkan oleh Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi SE MSi. Sabtu (13/2/2015) kepada wartawan Helfandi mengaku bahwa jika PT NSP terus begitu Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi Timur akan membuat rekomendasi ke Kabupaten agar izin operasional perusahaan dicabut saja.
"Iya, memang selama tahun 2014 perusahaan (PT NSP) tidak pernah menyalurkan bantuan. Kami selalu menjadi sasaran seluruh Desa dan masyarakat yang mempertanyakan hal itu," sebutnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Humas PT NSP, Setyo Budi Utomo mengakui selama tahun 2014 tidak menyalukan program CSR. Menurut Budi pula, hal itu disebabkan oleh pihak perusahaan sibuk mengurus soal kebakaran yang membakar lahan perusahaan pengolah sagu itu.
"Iya. Memang selama tahun 2014 kita sangat sibuk mengurus kebakaran lahan. Makanya program CSR tak tersalurkan," akunya.(zal)