
PEKANBARU, GORIAU.COM - Menjadi harapan semua pihak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x110 Mega Watt (MW) Tenayanraya segera beroperasi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Riau. Namun dikabarkan malah terkendala pembebasan lahan.
"Namun kami optimis, pekerjaan induk atau PLTUnya siap pada akhir tahun ini," kata Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), Sarno, kepada pers di Pekanbaru, Rabu (26/2/2014).
Ia menjelaskan, jaringan PLTU rencananya akan di sambungkan pada gardu induk di Garuda Sakti dan Teluk Lembu. Untuk ke Garuda Sakti, demikian Sarno, dibutuhkan 165 titik tower sebagai pendukung transmisi jaringan, sementara untuk Teluk Lembu ada sekitar 27 titik tower yang akan dibangun.
"Nah, titik-titik pembangunan tower tersebut mengenai lahan atau tanah warga sehingga butuh proses panjang dalam pembebasannya," kata dia.
Seharusnya, kata dia, pembebasan lahan tersebut sudah tuntas sebelum target operasi PLTU Tenayanraya, namun pada kenyataannya, hingga saat ini belum juga.
Untuk itu, kata dia lagi, mutlak harus ada dukungan semua pihak agar operasional PLTU Tenayanraya sesuai dengan targetnya yakni Oktober dan Desember 2014.
Ia menjelaskan lagi, bahwa untuk uji coba PLTU Tenayanraya diperlukan bantuan energi yang direncanakan disuplai dari PLTU Teluk Lembu. "Makanya akan dibangun 27 sutet yang menghubungkan PLTU Teluk Lembu-PLTU Tenayan Raya. Kami perkirakan Agustus atau September selesai dan PLTU Tenayanraya bisa dioperasikan penuh. Ini harapan kami dan semua pihak," katanya.
Ia mengatakan, bahwa pembangunan tower atau sutt sangat aman bagi masyarakat karena telah mempertimbangkan medan magnet dan medan listrik dihasilan agar tidak berbahaya bagi masyarakat. "Sutt yang kami bangun memiliki ketinggian hampir 50 meter dari yang semula direncanakan hanya 34 meter. Karena akan sangat aman bagi masyarakat untuk beraktifitas di bawahnya. Masyarakat tidak perlu takut kena radiasi seperti pusing, mual atau penyakit lainnya," katanya.
Sementara itu, untuk lahan warga yang menjadi lokasi pembangunan tapak tower, dipastikan Sarno akan dilakukan proses ganti rugi oleh PLN, dan kendala akan segera diatasi dengan kesadaran bersama. "Disamping juga akan ada kompensasi dari PLN untuk lahan warga yang berada di bawah lintasan jaringan," katanya. (fzr/ant)