PEKANBARU, GORIAU.COM - Sebelumnya dijadwalkan Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia Boeing Business Jet 2 (BBJ-2) akan mendarat di Pangkalan Udara TNI Roesmin Nurjadin Pekanbaru, namun terakhir dikabarkan batal dengan alasan yang belum diketahui.

"Informasi sebelumnya, Pesawat Kepresidenan RI akan tiba di Bandara Lanud Roesmin Nurjadin hari ini pukul 09.00 WIB," kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud TNI Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Mayor Filfadri kepada pers di Pekanbaru, Senin (9/6/2014).

Ia mengatakan, informasi terakhir pesawat tersebut menuju atau akan mendarat di bandara lain di Pulau Sumatera, namun yang jelas bukan di Pekanbaru. "Penerbangan pesawat tersebut adalah rute ujicoba sekaligus mengenalkannya ke tiap daerah," kata dia.

Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ-2) tiba di tanah air sejak beberapa bulan lalu dan perawatannya ditangani oleh industri GMF AeroAsia.

Direktur GMF AeroAsia, Richard Budihadianto menyatakan pihaknya telah siap menangani perawatan Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia yang dibeli dan tiba di tanah air sejak 10 April 2014 itu.

Operasional pesawat seharga Rp840 miliar itu ditangani TNI Angkatan Udara yang menjadi catatan sejarah penting bagi republik ini.

Perawatan Pesawat Kepresidenan yang akan dilakukan oleh GMF mencakup line maintenance handling up to C-check (overhaul), perawatan ringan sampai perawatan besar.

Selain itu, GMF juga memberikan dukungan material atau suku cadang, perawatan komponen, cabin, training serta re-painting dan logo design. Menurut informasinya, program perawatan ini disesuaikan dengan karakteristik penggunaan pesawat kepresidenan lainnya.

Untuk pesawat komersial biasanya mencapai 3.000 flight hours per tahun, namun pesawat kepresidenan biasanya 300-400 jam terbang per tahun.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya telah menumpangi pesawat barunya itu bersama isteri.(fzr)