BENGKALIS, GORIAU.COM - Pada hakikatnya pembangunan atau proyek itu diciptakan untuk kesejahteraan masyarakat. Tapi untuk kasus proyek Jembatan Senerak Darat, Desa Teluklatak, Kecamatan Bengkalis justru sebaliknya. Akibat tidak tuntas dikerjakan rekanan, akses transportasi jadi terganggu sehingga berdampak pada susahnya warga memperoleh kebutuhan sehari-hari dan membawa hasil pertanian mereka.

''Warga sudah mulai kesulitan memperoleh bensin seperti biasanya karenajembatan itu tidak selesai dibangun. Tidak hanya itu, untuk membawakomoditi perkebunan seperti sawit juga susah,'' ungkap salah seorangwarga Desa Pangkalanbatang, Agus (24), Senin (13/1).

Memang ada jalan alternatif dari Jalan Kuburan Cina, tapi kondisinyarusak berat, apalagi kalau sudah adahujan sangat sulit dilalui. Sempat kemarin terjadi antre panjang, apalagi kalau masuk mobil angkutan minyak.

Pembangunan Jembatan Senerak Darat, Desa Teluklatak, KecamatanBengkalis itu dikerjakan PT Putra Meranti dengan nilai kontrak Rp2 miliar lebih pada ABPD 2013 dan Konsultan Pengawas PT.Wahana Prakarsa Utama. Hingga batas akhir tahun pencairan anggaran, sementara pekerjaan informasinya telah dibayarkan 95persen.

Informasi yang berhasil diperoleh dari lokasi pembangunan jembatan, pengerjaan proyek itu masih dilakukan kontraktor meskipun telah habis waktu tahun anggaran. Sampai berita diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak perusahaan pelaksana PT. Putra Meranti, Konsultan Pengawas PT. Wahana Prakarsa Utama dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek jembatan itu, kenapa jembatan tersebut belum selesai sampai detik ini.(jfk)