SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kabakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Tebing Tinggi Timur yang terjadi sejak beberapa belakangan tidak hanya meluluh lantakkan kebun. 4 Eskavator milik PT Nasional Sago Prima (NSP) di Tebing Tinggi Timur pun ikut terbakar saat memadamkan api di lokasi kebalaran.

Sebagaimana yang disampaikan Camat Tebing Tinggi Barat, Helfandi SE MSi, ketika dihubungi, Kamis (6/2/2014). Kata Helfandi, kebakaran terus meluas dan membakar lahan baru dari pihak perusahaan PT NSP dan lahan masyarakat. Tidak hanya itu, ditambahkan Helfandi, bahkan saat ini sudah ada 4 dari 5 eskavator milik perusahaan terbakar saat melakukan upaya pemadaman di lokasi perusahaan.

"Tadi saya dikabari pihak perusahaan bahwa 4 unit eskavator terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa," kata Helfandi.

Sementara kawasan perkebunan sagu yang sudah terbakar saat ini diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur lebih kurang 2.300 hektar yang terdiri dari seluas 1.200 hektar lahan milik perusahaan dan seluas 1.100 hektar lahan milik masyarakat.

"Kebakaran ini diluar dari kebakaran lahan masyarakat di Kepau Baru tempo hari sekitar 200 hektar. Kalau lahan masyarakat yang 200 hektare sudah padam. Tinggal lagi lahan yang 2.300 tersebut," kata Camat Helfandi.

Kawasan yang sudah terbakar lahan sagunya rinci Camat Tebing Tinggi Timur itu diantaranya, Kepau Baru, Teluk Buntal, Desa Lukun dan Bathin Suir.

"Selain itu juga kebakaran terjadi sedikit di Desa Tanjung Sari," rincinya.

Sementara itu, Humas PT NSP, Setio Budi Utomo saat dikontak berulang kali belum berhasil dihubungi. Termasuk saat di hubungi melalui pesan singkat juga tidak menjawab. Namun dikabarkan dia sedang berada di lokasi Kebakaran.

"Kita tidak bisa menghubungi dia. Hanya dia yang bisa menghubungi kita. Tadi saja, dia yang menhubungi saya, makanya dapat kabar," tambah Camat.(zal)