SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sudah 5 hari sejak ditemukan, Sabtu (1/2/2014) limbah berwarna hitam yang diduga minyak mentah atau limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) di laut Sungai Gayung Kiri Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, belum juga diatasi. Padahal limbah berwarna hitam itu mengancam kelangsungan habitat laut.
Meski mengancam habitat laut, pihak perikanan belum bisa berbuat banyak sambil menunggu hasil uji laboratorium yang sedang dilaksanakan oleh pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH).
"Tentu saja sangat berbahaya dan mengancam habitat yang ada di laut. Apalagi jika limbah tersebut sampai menempel di sesuatu dan akhirnya di makanan ikan. Bisa saja nanti akan membubuh habitat yang ada dilaut. Atau paling tidak dapat merusak sisik dan kulit ikan," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan), Eldy Saputra saat dikonfirmasi, Rabu (5/2/2014).Diakuinya pihaknya belum bisa berbuat banyak dalam mengatasi persoalan itu. Sebab penanganan limbah tersebut juga masih dilakukan oleh BLH yang akan melakukan uji lab."Untuk mengatasi ini harus dilakukan dengan lintas sektoral. Makanya penanganannya kita menungg koordinasi lagi. Namun tim kita sudah turun kelapangan dalam melakukan pengecekan terhadap limbah tersebut," katanya.Terkait mengambil atau melakukan upaya menyingkirkan limbah dari laut, Eldy mengaku belum dilakukan. Walaupun begitu ia menyebutkan idealnya untuk menjamin keselamatan habitat laut harus dilakukan upaya mengambilan limbah tersebut dari laut."Belum belum ada laporan ikan yang mati. Baik saat turun langsung kelapangan, maupun dari laporan warga disana. Tapi tetap saja itu berbahaya," katanya. ***