
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Meski warga Indragiri Hilir tergolong agamis, namun tingkat kematian akibat penyakit menular HIV/AIDS cukup tinggi. Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mencatat hingga Mei 2014, sebanyak 26 warga Inhil meninggal dunia akibat penyakit berbahaya ini.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan sendiri, kasus HIV AIDS di Kabupaten Inhil per Mei 2014 sudah mencapai 88 kasus, dimana 62 kasus diantaranya sudah mencapai fase AIDS.
''Kasus yang paling tinggi kita temukan di Kecamatan Tembilahan yang mana sudah ada 41 kasus,'' kata H Umar Pulungan selaku Sekretaris KPA Inhil kepada GoRiau.com Selasa (17/6/2014).
Sementara dari jenis pekerjaan tertinggi jumlah kasusnya, dikatakannya adalah wiraswasta, karyawan dan Ibu rumah tangga dengan masing-masing 18 kasus diikuti oleh pekerja seks komersial 12 kasus.
''Menurut WHO, 1 kasus HIV itu sama dengan 100 kasus yang belum terungkap, sedangkan kita sudah ada 88 kasus artinya ada sekitar 880 yang belum terungkap,'' sebutnya.
Ia mengatakan, kendala yang menyebabkan sulitnya mengungkap kasus ini adalah tidak semua masyarakat Inhil mau melakukan cek HIV dan KPA sendiri juga tidak bisa memaksa melakukan pengecekan karena pengecekan HIV ada prosedurnya, jika salah dapat melanggar HAM.
''Masalahnya tidak semua orang mau diperiksa, terutama laki-laki, merasa beresiko dia takut periksa,'' ujar Umar.
Meskipun demikian, dikatakannya KPA tetap terus melakukan penyuluhan kepada seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya menjaga perilaku terutama yang berkaitan dengan darah dan perilaku seksual. (ayu)