
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - APBD Tahun anggaran 2015 diprediksi akan mengalami defisit. Hal itu terjadi mengingat biaya rutin lebih banyak dari anggaran belanja pembangunan. Demikian disampaikan mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Drs H.Wan Ahmad Syaiful kepada GoRiau.com, Kamis (11/12/2014) di Bagansiapiapi.
Dikatakan Wan Syaiful, beban anggaran belanja rutin akan semakin membengkak seiring dengan pembiayaan untuk belanja aparatur untuk daerah yang baru saja dimekarkan. Tambahan lagi, anggota DPRD Rokan Hilir yang semula berjumlah 40 orang kini menjadi 45 orang.
Selain itu, Satker juga mengalami penambahan diantaranya seperti Badan Pengelolaan Perbatasan dan Badan Pengelolaan Bencana Alam. ''Bertambahnya kepenghuluan baru dan kecamatan baru juga berimbas akan bertambahnya sarana dan prasarana serta belanja pegawai yang terakumulasi dalam belanja rutin," kata Wan Syaiful yang juga pernah menjabat posisi camat sebanyak 13 kecamatan.
Karena itu, dengan bertambahnya beban anggaran, kata Wan, hendaknya lembaga eksekutif dan legislatif memfokuskan kepada peningkatan pendapatan daerah dengan cara meningkatkan pendapatan asli daerah serta memperjuangkan dana bagi hasil.
Menurutnya, penurunan pendapatan asli deerah selama ini disebabkan kurang fokusnya intensifikasi dan ekstensifikasi PAD misalnya pajak bumi dan bangunan P2 dan berkemungkinan terjadinya penurunan dana bagi hasil minyak sebesar 80%.
Ketua MUI Kabupaten Rokan Hilir ini juga berpendapat, pejabat Rohil tidak fokus memikirkan pendapatan namun hanya memikirkan pengeluaran dan belanja daerah dan bukannya memikirkan pendapatan daerah. Dia menyarankan, APBD tahun 2015 harus mengutamakan penghematan atau penghapusan beban belanja yang tidak penting atau mubazir.
Pemerintah hendaknya meningkatkan pengawasan pelaksanaan APBD kegiatan fisik maupun non fisik dan meminta agar DPRD dapat berjalan sesuai dengan tupoksinya. Kemudian, sambung Wan, pemerintah harus mendudukkan pejabat yang berkualitas, mampu dan mau serta jujur bekerja.
Pemerintah juga, kata Wan, harus memberikan contoh teladan yang baik tidak saja disiplin tetapi harus berprilaku hemat, mengikuti nilai nilai Islam. ''Semoga Allah akan memberi jalan keluar atas kesulitan kita,'' tutup Wan Syaiful. (amr)