DURI - Profesi pengemis kini mulai banyak diminati untuk mendapatkan uang dengan mudah. Mirisnya lagi, anak-anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) pun memilih melakoni peran itu untuk mendapatkan uang. Bahkan mereka, tidak sama dengan pengemis kebanyakan yang berpakaian lusuh dan kumuh.

Dengan berpenampilan bersih, rapi dan seksi, anak-anak yang duduk di bangku SD itu mengemis di Simpang Lampu Merah (Traffict Light) Pokok Jengkol Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Terlihat selintas, penampilan yang seksi itu, sepertinya memudahkan mereka mendapatkan uang dari kendaraan yang lewat.

Aksi pengemis seksi yang mayoritas anak-anak yang masih duduk di bangku SD ini, menjadi sorotan bagi masyarakat di Duri. Tidak hanya menimbulkan niat jahat bagi yang melintas, hal ini juga membuat rusak generasi muda di Kecamatan Mandau ini.

"Kita khawatir nanti anak-anak itu dibawa oleh oknum tertentu yang ingin memanfaatkan mereka. Mereka masih terlalu kecil, tidak bisa melawan jika ada orang yang dengan sengaja ingin melecehkannya," kata Irwan Mawardi kepada GoRiau.com, Selasa (29/3/2016)

Menurutnya, Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis jangan tutup mata dengan aksi pengemis seksi dan anak-anak ini. "Ini penyakit masyarakat dari tahun ketahun tetapi seperti dibiarkan saja. Dan tidak ada alasan tidak ada anggaran untuk melakukan penertiban dan pembinaan kepada anak-anak yang mengemis ini," imbuhnya lagi.

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Sosial, Tengku Nurhasanah saat dikonfirmasi GoRiau.com mengatakan belum mengatahui aksi pengemis seksi yang mayoritas masih anak-anak dibawah 17 tahun.

"Kalau di Mandau saya belum pernah lihat, tetapi di Pekanbaru memang pernah saya melihat pengemis seksi ini. Saat ini, kita masih terkendala rumah singgah. Jika kita tertibkan pengemis anak-anak itu, kita belum bisa menampung mereka untuk memberikan pembinaan. Dan tidak mungkin tangkap lepas terus, mereka akan turun lagi ke Jalan," kata Nurhasanah.

Usulan pembangunan rumah singgah ini, lanjut Nurhasanah, sudah hampir setiap tahun disampaikan dalam musrenbang. Namun usulan itu sangat sulit tercapai, sebab pemerintah baru akan menerima usulan jika UPT Dinas Sosial Mandau sudah mendapat tanah hibah dari masyarakat.

"Jaman sekarang sangat sulit mendapatkan tanah hibah. Ekonomi sulit, semua orang malah berlomba mau menjual tanah mereka. Padahal usulan kita itu juga lengkap untuk sarana dan biaya administrasi lainnya," tutup Nurhasanah.***