BENGKALIS, GORIAU.COM - Wakil Bupati Bengkalis H Suayatno mengimbau seluruh masyarakat untuk memerangi narkoba. Hal itu seiring dengan makin tingginya pengguna serta peredaran narkoba di Tanah Air.

''Saat ini penyalahgunaan narkoba dan zat psikotropika di seluruh tanah air sudah pada tahap mengkhawatirkan, tidak terkecuali di kabupaten Bengkalis. Bahaya peredaran serta penyalahgunaan narkoba tidak main-main, generasi muda akan hancur serta negara akan semakin melemah, akibat rusaknya mental serta akhlak kalangan mudanya,” ujar Wabup saat memberikan sambutan pada acara ''Jalan Sehat Bersama Warga Bengkalis'' sempena HUT Metro Riau ke-8 di Lapangan Tugu Bengkalis, Minggu (5/5/2013).

Narkoba dapat menjerat siapa saja, tidak peduli tua, muda, bahkan hingga anak-anak, mulai dari kalangan masyarakat biasa, pengusaha, pegawai, pejabat politisi hingga penegak hukum. Oleh karena itu, dengan menjadikan sebagai musuh besar masyarakat, peredaran narkoba dapat diminimalisir. Selain itu partispasi masyarakat dalam mengawasi lingkungannya juga berpengaruh dalam menekan peredaran narkoba.

Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Bengkalis bersama Kepolisian, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan dalam menggencarkan sosialisasi ketengah masyarakat. Salah satu langkah yang dinilai sangat efektif adalah pendekatan keagamaan, seperti menggulirkan program ‘Maghrib Mengaji’ untuk seluruh lapisan masyarakat.

''Melalui gerakan maghrib mengaji, akhlak serta budi pekerti masyarakat, dapat terbentuk sebaik mungkin. Dengan membangun akhlak yang baik, tentunya berbagai macam pengaruh buruk dapat dihindari, asalkan ada kemauan dari semua pihak untuk meniru pola hidup sehat yang agamis,'' pesan Suayatno.

Peran sekolah khususnya guru-guru dalam melakukan sosialisasi ke anak didiknya tentang bahaya narkoba, Mesjid atau Musholla, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda diharap juga berperan besar, agar bahaya narkoba narkoba tidak meluas keseluruh pelosok kampung di Bengkalis. Suayatno juga meminta agar guru-guru disekolah selain mengajar kurikulum pendidikan, juga bisa mensosialisasikan bahaya narkoba serta dampaknya kepada anak didiknya di kelas.

''Setiap tahunnya jumlah pengguna narkoba meningkat dengan drastis di semua daerah, termasuk kita di Bengkalis. Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan, sehingga masyarakat diminta untuk waspada akan ancaman yang datang untuk merusak bangsa ini melalui penyalahgunaan narkoba.Mari bersama-sama kita perangi narkoba, tanpa pandang bulu,'' ujarnya. (jfk)