
PEKANBARU – Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sudah menyerang sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Namun, Kepala Bidang Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru, Herlandria, mendata belum ada laporan penularan penyakit tersebut di Kota Pekanbaru.
"Sampai saat ini, Kota Pekanbaru Allahamdulillah masih aman, belum kita jumpai penyakit tersebut," ujarnya, Jumat (10/6/2022).
Ia menjelaskan, dalam rangka pencegahan penularan penyakit tersebut, Provinsi Riau tidak mengizinkan daerah yang ada wabah penyakit tersebut keluar atau mengekspor hewan ternak.
"Setiap ternak yang masuk juga, kalau dari luar Provinsi Riau harus ada izin masuk dari Provinsi Riau dan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) pertanggal 10 Juni 2022, meski sejumlah daerah sudah mengalami wabah tersebut, namun harga daging sapi masih terpantau aman. Dimana harga daging sapi di Pasar Rumbai dan Pasar Sukaramai terpantau tetap berkisar Rp140 ribu perkilogram.
Seperti diketahui, penyakit LSD pada sapi ini merupakan infeksi pada kulit sapi yang disebabkan Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). Penyakit ini menyerang sapi dan kerbau dengan ciri kulit tampak berkutil-kutil.
Sementara itu, PMK pada sapi merupakan penyakit yang ditandai dengan demam 39 derajat celsius selama beberapa hari. Penyakit ini ditandai dengan lepuh-lepuh pada permukaan selaput lendir mulut, termasuk lidah, gusi, bibir, dan pipi bagian dalam juga kuku. ***