BAGANSIAPIAPI - Keringat mengucur ditengah teriknya sinar matahari yang memantul di riak air sungai Rokan. Sudah 4 hari tim SAR yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Basarnas Pekanbaru, BPBD Rokan Hilir, Dinas Perhubungan, KPLP dan warga nelayan bahu-membahu mencari Sugianto, bocah yang diterkam buaya sungai Rokan, Kamis (12/5/2016).

Bukan hanya menyusuri sepanjang aliran sungai Rokan, warga juga turun kepinggiran sungai dengan cara mengais ke semak semak berlumpur untuk mencari jejak korban yang berkemungkinan tersangkut diantara lingkaran akar pohon berombang.

Beban tim SAR semakin berat. Sudah empat hari belum juga ada tanda tanda baik jasad korban maupun kemunculan buaya pemangsa. Yang ada hanyalah penampakan buaya liar yang ingin menunjukkan eksistensinya di sungai itu.

Berbagai upaya telah dilakukan termasuk mendatangkan pawang buaya. Ritual demi ritual telah dilakukan baik siang maupun malam. Bahkan seekor kambing sudah dipersembahkan sebagai syarat untuk mengembalikan korban. Namun, apa daya, belum juga terlihat tanda membuahkan hasil. Akhirnya pawang buaya pun menyerah.

Selain pawang, tim juga mencoba meminta terawangan dari seorang pemuda. Dia menyebutkan bahwa korban sudah disembunyikan makhluk halus. Untuk itu, pemuda tadi mengusulkan agar tim SAR melaksanakan tahlilan serta azan dengan cara bergantian dilokasi hilangnya korban. Usul itu pun mereka lakukan. Namun hingga detik ini, korban belum ditemukan.

Walaupun terlihat capek, namun tim SAR tidak pernah berhenti. Hanya istirahat sebentar kemudian mereka melanjutkan pencarian. Hingga saat ini, belum ada keputusan dari Tim SAR untuk menghentikan pencarian. Namun ada gagasan agar dilakukan shalat ghaib untuk korban.

Sebelumnya, Sugianto (13) bocah yang tinggal dibatu 7, Bagansiapiapi dikabarkan menjadi korban buaya ketika sedang mandi dengan lima temannya usai mencari buah berombang.

Tim SAR gabungan melibatkan 80 personil langsung diterjunkan untuk membantu proses pencarian. Kondisi air sungai Rokan pasang surut dan keruh menjadi kendala tim SAR pada proses pencarian kemarin hingga hari ini.(amr)