PEKANBARU - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Selasa (20/12/2016) siang, memusnahkan hampir 8 ribu butir Pil Ekstasi dan setengah kilo lebih sabu yang ditaksir bernilai Miliaran Rupiah. Narkoba yang diduga dikirim dari luar negeri itu dihancurkan menggunakan blender dan air.
7.909 butir Pil Ekstasi dengan berat 2,276,65 gram serta 700 gram lebih sabu tersebut dimusnahkan di Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, disaksikan sejumlah perwakilan dari kejaksaan, BNN, BBPOM, Dinas Kesehatan serta pihak pengadilan.
Barang haram ini disita petugas dari tangan empat tersangka, yaitu Hf alias Ujang dan Mh. Mereka ditangkap saat membawa hampir 8 ribu butir Pil Ekstasi, di Jalan Yos Sudarso, tepatnya disamping Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Kota Pekanbaru, 12 Desember 2016 kemarin.
Dari tangan mereka pula aparat mengamankan sekitar 718,63 gram atau lebih dari setengah kilogram sabu-sabu. Bahkan salah seorang pelaku sempat dilumpuhkan dengan timah panas ketika itu, karena berusaha melawan aparat yang hendak meringkusnya.
Dua tersangka lainnya berinisial Zf alias Zul yang dibekuk di Jalan KH Nasution, Kelurahan Simpang Tiga, 17 Desember 2016 lalu. Dari tangannya, polisi mengamankan hampir satu gram sabu-sabu. Kemudian tersangka RC yang dibekuk di Jalan KH Nasution, tepat dihari yang sama dengan Zul.
"Wilayah antara perairan menuju daratan yang paling rawan penyelundupan narkoba di Riau. Polanya itu, dari Malaysia masuk lewat laut menuju Riau," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Hariono, di ruangannya usai pemusnahan digelar.
Menurutnya, narkoba-narkoba asal luar negeri tersebut tidak seluruhnya dijual di Riau, melainkan sebagai jalur perlintasan saja. "Sebagian kecil saja yang dipasarkan di Riau. Meski demikian, kita terus melakukan antisipasi, bekerja sama dengan BNN dan Bea Cukai," sebut dia.
Apalagi sekarang mendekati perayaan tahun baru, di mana ada kecenderungan peningkatan permintaan narkoba. Oleh sebab itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau semakin menggencarkan pengawasan, khususnya di daerah pesisir.
"Daerah Pesisir paling rawan, disitu barang (narkoba) transit pertama. Sebab itu kita tingkatkan pengawasan, apalagi menjelang tahun baru. Pengungkapan kasus ini juga bagian dari itu, kita mencegah narkoba yang akan dipasarkan saat tahun baru," pungkasnya. ***