PEKANBARU – Senin sore (3/11/2025), udara di sekitar Jalan Ponegoro, Pekanbaru, terasa lebih tenang dari biasanya. Kediaman resmi Gubernur Riau tampak lengang. Tidak ada aktivitas berarti di halaman rumah dinas sejak nama Gubernur Abdul Wahid mencuat dalam pemberitaan terkait dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang disebut-sebut dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pantauan GoRiau.com di lokasi menunjukkan suasana yang nyaris tanpa pergerakan. Pintu gerbang utama tertutup rapat. Di balik pagar tinggi berwarna abu, halaman rumah tampak sunyi. Hanya beberapa petugas Satpol PP yang terlihat berjaga di area sekitar. Mereka berdiri berjarak, sesekali berbicara pelan sambil memperhatikan keadaan sekitar.

Tak tampak tanda-tanda aktivitas luar biasa. Tidak ada garis polisi, kendaraan penyidik, ataupun keramaian aparat penegak hukum. Hanya hembusan angin sore yang membawa keheningan di antara pepohonan di halaman rumah dinas.

Salah seorang petugas Satpol PP yang berjaga membenarkan bahwa pengamanan dilakukan seperti biasa. “Kami hanya ditugaskan untuk mensterilkan dan menjaga kediaman. Itu saja. Tidak ada instruksi lain,” ujarnya singkat, tanpa melepas pandangan dari arah gerbang.

Dari luar pagar, sesekali terlihat beberapa wartawan dan warga yang berhenti untuk memastikan kabar yang tengah ramai diperbincangkan. Namun hingga sore menjelang malam, suasana tetap sama — tenang dan tertutup.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Riau maupun dari KPK terkait isu yang beredar. Publik masih menunggu penjelasan pasti mengenai dugaan operasi penindakan tersebut.

Sementara itu, aktivitas pemerintahan di Kantor Gubernur Riau berjalan seperti biasa. Pegawai tampak keluar-masuk kantor tanpa menunjukkan tanda-tanda gangguan. Meski begitu, perhatian publik tetap tertuju pada isu yang berkembang cepat di berbagai kanal berita dan media sosial. ***