PEKANBARU - Setelah melakukan aksi unjuk rasa di Tugu Zapin Pekanbaru, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (Unri) berbondong-bondong menuju Kantor Pos Pekanbaru, Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (4/1/2016).

Merasa diciderai oleh kebijakan pungutan liar (pungli) dana ketahanan energi yang memungut Rp200 untuk premium, dan Rp300 untuk solar, massa menggalang uang koin pecahan Rp200 perak. Uang koin tersebut hari ini juga dikirim ke Istana Negara Republik Indonesia.

Dibawah terik matahari, puluhan massa berjalan kaki menuju Kantor Pos Pekanbaru sembari berorasi sepanjang jalan. Uang koin yang terkumpul sebanyak Rp99.700 dikemas dalam amplop padi dan dialamatkan ke Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Utara, kepada Presiden RI Joko Widodo.

Puluhan massa ini gerah dengan kebijakan pemerintah yang tidak henti-hentinya memeras rakyat dengan berbagai cara. Baru-baru ini, pemerintah melalui Menteri ESDM, Sudirman Said mengumumkan akan melakukan penurunan harga BBM pada tanggal 5 Januari 2016 dibarengi embel-embel dana ketahanan energi.

Kebijakan ini tidak serta merta meringankan penderitaan rakyat, malah dinilai semakin mencekik perekonomian rakyat melalui pungli dana ketahanan energi yang dianggap tidak memiliki norma dan dasar hukum yang jelas.

Ketika berita ini diturunkan, usai mengirim uang koin, puluhan massa membubarkan diri dengan tertib. ***