
PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berkantor di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru, Riau, Jalan Pattimura, Selasa (26/4/2016). Informasi yang dirangkum, ada tiga pejabat yang dipanggil untuk diperiksa, antara lain Said Saqlul, Wan Amir dan Zaini Ismail.
‎Satu jam dimintai keterangan oleh penyidik KPK, Said Saqlul dan Wan Amir tampak keluar berbarengan. Wan Amir terlihat enggan merespon awak media, sedangkan Said justru lebih eksis. Sesaat ke luar pintu ruangan, dia langsung tersenyum sumringah. "Foto..foto...," kata dia sambil memberikan dua jempol.
Kata Said Saqlul, ‎dirinya dipanggil penyidik KPK masih terkait kasus suap APBD Riau, di mana Suparman dan Johar Firdaus menyusul ditetapkan sebagai tersangka. "Iyo. Masih itu (APBD, Red)," beber dia sambil jalan ke mobil. "Tak ado, biasa-biasa saje, cuma tanya-tanya," jawabnya saat ditanyai GoRiau.com tentang agenda pemanggilan itu.
Sementara Wan Amir justru lebih kalem. Sembari menelpon seseorang, dia enggan menjawab pertanyaan wartawan. Kalau pun menjawab, itu hanya satu-satu saja. "Ya gitulah. Bertiga, ada satu lagi masih di dalam (diperiksa)," sebutnya.
Satu orang tersebut informasinya adalah‎ Zaini Ismail. Dia masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik di dalam ruangan Visualisasi Tugas Kepolisian, SPN Pekanbaru. Itu dibenarkan juga oleh Said Saqlul. "Pak Zaini masih di dalam," kata Said. ***