SELATPANJANG - Otopsi terhadap jenazah laki-laki yang ditemukan membusuk di dalam parit Yos Sudarso Selatpanjang telah selesai dilakukan, Minggu (21/5/2017) siang. Setelah itu, jenazah yang diyakini Muhammad Mansur (54) warga Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau itu dimakamkan.

Otopsi dilakukan Tim Forensik Polda Riau Minggu siang pukul 13.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Otopsi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian M Mansur dan melengkapi berkas penyidikan.

Usai otopsi, jenazah M Mansur langsung dimandikan dan dikafani. Kemudian, disalatkan di Mushalla RSUD Kepulauan Meranti. Selanjutnya dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Sri Bijuangsa Jalan Kuburan Baru.

Mulai dari proses awal hingga pemakaman, terlihat Ketua MUI Kepulauan Meranti Mustafa, Ketua Komisi A DPRD Edy Mashudi, Waka Polres Kompol DR Wawan Setiawan SH MH, serta beberapa polisi dan warga lainnya.

Ketika dikonfirmasi, DR Wawan membenarkan bahwa proses otopsi telah selesai Minggu siang sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, untuk hasil otopsi, belum bisa disampaikan saat itu. "Hasil otopsinya nanti dikabarin," kata Wawan, Minggu siang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jenazah laki-laki telah ditemukan di bawah kolong salah satu rumah kos Jalan Yos Sudarso Selatpanjang, Sabtu (20/5/2017) pagi. Waktu itu, penghuni kos yang juga anggota Polres Kepulauan Meranti Aiptu Agustinus mencoba mencari tahu penyebab bau busuk yang sangat menyengat.

Setiba di belakang rumah kos, Aiptu Agustinus melihat banyak biawak sedang memakan sesuatu benda. Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata benda yang berlumuran lumpur itu mayat manusia. Sontak penyemuan mayat dalam parit dan berlumpur ini menyedot perhatian warga sekitar.

Jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD. Sementara polisi melakukan olah TKP.

Di lokasi penemuan mayat, ditemukan pula KTP atas nama Muhammad Mansur (54) warga Desa Mekar Sari Kecamatan Merbau. Ia lahir di Tegal tanggal 10 Desember 1963.

Berawal dari informasi inilah pihak kepolisian menghubungi Kades Mekar Sari, Jais. Menurut Jais, M Mansur sudah dianggap sebagai saudaranya sendiri, sudah dimasukkan ke dalam KK nya dan dibuatkan KTP.

M Mansur tinggal dirumah Jais selama 10 tahun terhitung tahun 2003 hingga 2013. Setelah itu, M Mansur berangkat dengan tujuan mencari pekerjaan lain. Sejak itu pula lah, antara Jais dan M Mansur putus kontak (tidak ada berkomunikasi). Jais mendapat kabar M Mansur ditemukan meninggal setelah diinformasikan pihak polisi. ***