
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Usai membakar putranya hingga tewas, Sarfai, warga Sekijang, Pelalawan, Riau, mengidap stres berat. Buruh berusia 41 tahun itu mencoba menyudahi hidupnya di sel tahanan polisi. Hingga kini Sarfai pun masih dirawat di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru dengan kondisi yang kritis, Selasa (26/3/2013).
Sarfai merupakan tahanan di sel Mapolsek Bandar Sekijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Dalam sel tahanan itu, Sarfai mencoba bunuh diri dengan menggunakan besi gagang ember. Setidaknya ada 3 tusukan dalam yang menembus bagian dada. Upaya bunuh diri itu dipergoki penjaga sel dan Sarfai langsung dilarikan ke rumah sakit.
Sebelumnya, aksi nekat Sarfai yang membunuh putranya sendiri sempat menggemparkan warga. "Dia membakar hingga tewas putra kandungnya yang masih berusia 5 tahun. Sarfai mengaku, sebelum membunuh putranya itu, dia memukuli istri yang menegurnya pulang dalam keadaan mabuk," ujar Kapolsek Sekijang AKP Amril di Mapolsek Sekijang, Riau.
Ketika istri dan anak bungsunya kabur ke rumah tetangga, Sarfai gelap mata. Putranya, Zulwandi yang tengah tertidur pukul 02.00 WIB itu, dituangi minyak lampu teplok dan selanjutnya dia membakar bocah nahas tersebut.
Zulwandi sempat dilarikan ke RSUD Pekanbaru, Rabu 20 Maret atau beberapa saat setelah kejadian. Zulwandi akhirnya tak tertolong, dia menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat 20 jam mendapat perawatan medis. (l6)