
SELATPANJANG - Usaha menjaga kelestarian lingkungan hidup yang dilakoni Abdul Manan SE Warga Jalan Sentosa Desa Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, berbuah manis. Atas usahanya ini, Ia dianugrahi penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KemenLHK RI).
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kepulauan Meranti H Irmansyah didampingi Kabag Humas Ery Suhairi SSos, Kamis (20/7/2016).
Kata Irmansyah, penghargaan berupa sertifikat dan plakat yang merupakan supremasi tertinggi dibidang pelestarian lingkungan hidup itu, rencananya akan diserahkan langsung oleh Menteri LHK RI Siti Nurbaya, pada malam puncak Hari Lingkungan Hidup se Dunia, Jumat (22/7/2016) di Siak Sri Indrapura.
"Ya benar, salah seorang aktifis lingkungan hidup Meranti Abdul Manan mendapat penghargaan Kalpataru. Ini merupakan yang pertama kali diberikan pada orang Riau," ujar Irmansyah.
Dikatakan Irmansyah lagi, Abdul Manan layak meraih penghargaan itu atas apa yang selama ini dikerjakannya dalam menjaga kelestarian lingkungan khususnya lahan gambut di Kabupaten Meranti. Abdul Manan adalah seorang aktifis lingkungan yang aktif menyelamatkan lingkungan lahan gambut yang berada di desanya Sungaitohor dengan cara mendorong masyarakat melestarikan lahan gambut, dengan cara mempertahankannya dari kekeringan.
Sehingga, fungsi gambut yang cocok dengan tanaman sagu yang menjadi salah satu komoditas perkebunan Sagu masyarakat tetap lestari. "Kita dari pemerintah juga ikut mengapresiasi usaha yang dilakukan Abdul Manan dalam mempertahankan kelestarian lahan gambut dari kekeringan," kata Irmansyah lagi.
Bagi masyarakat kebanyakan, masalah penyelamatan lingkungan mungkin bukan sesuatu yang penting untuk dilakukan, tapi bukan begitu dengan Abdul Manan, warga Meranti yang disebut-sebut memiliki andil besar mendatangkan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, sejak tahun 2009 yang lalu, ia telah aktif mempertahankan lahan Gambut didesanya. Usaha itu dilakukan secara individu maupun bersama-sama, tercatat sejak saat itu ia telah tergabung dalam organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), dan menjadi Kader Jaringan Masyarakat Gambut Riau.
Berbagai usaha telah dilakukananya mulai dari melakukan sosialisasi guna mendorong masyarakat untuk mempertahankan lahan Gambut agar tidak terjadi kekeringan, dengan membangun sekat kanal yang tepat, hingga melakukan penanaman Mangrove untuk menjaga bibir pantai dari hantaman Abrasi yang selama ini menjadi masalah dikawasan bibir pantai Meranti.Â
"Kami terus berupaya mempertahankan lahan Gambut dari kekeringan, karena aktifitas pembukaan lahan semena-mena dan pembuatan Kanalisasi yang tidak tepat, selain itu mendorong masyarakat untuk melestarikan Gambut dan melakukan penanaman Mangrove untuk mencegah terjadinya abrasi," ujar Abdul Manaf.
Abdul Manan meyakini dengan menjaga kelestarian lingkungan sebagai kearifan lokal turut berimbas pada meningkatnya ekonomi masyarakat dari sektor pertanian dan perkebunan, karena kesuburan tanah akan terjaga dan hasil perkebunan masyarakat meningkat. "Jika ingin meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya yang mengantungian hidup dari pertanian dan perkebunan tidak ada cara lain selain menjaga kearifan lokal, jika itu diabaikan maka akan munculah kemiskinan," paparnya.
Iapun berharap, Pemerintah dan masyarakat komit menjaga lingkungan dan kearifan lokal di Kabupaten Meranti. "Antara Pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama menjaga kearifan lokal, tidak akan ada daerah yang miskin jika masyarakatnya menjaga kearifan lokal tapi jika itu diabaikan maka bukan tidak mungkin kemiskinan akan meningkat," ujarnya mengakhiri. (rls)